Kamis, 15 Desember 2011

Si Pembunuh Dibebaskan Nabi Lewat Mimpi

Kisah Islamiah pada pagi ini tentang bebasnya seorang ahli maksiat karena seorang Gubernur telah mimpi bahwa Rasulullah SAW menyuruh untuk membebaskannya.

Ceritanya ini sangat menyentuh hati dan perasaan hingga bisa jadi membuat pembaca meneteskan air mata tanpa di sadarinya.

Meski ahli maksiat, namun pemuda ini memiliki sisi kebaikan kala terjadi sesuatu dalam perjalanan hidupnya.
Pemuda itu menjadi pelindung salah seroang ahlul bait keluarga Rasulullah SAW.

Siapa saja yang mimpi telah bertemu dengan Rasulullah SAW adalah benar adanya, karena setan tak mampu meniru fisik Nabi Muhammad SAW dengan kehendak-Nya.


Yuk disimak Kisahnya.
Pada tahun 200-an Hijriyah, ada seorang Gubernur Baghdad yang sangat arif dan bijaksana serta memegang tali Allah SWT dalam memimpin lagi dermawan dan ulung dalam hal politik. Dialah Ishaq bin Ibrahim bin Mush'ab Al-Kuza'i.

Pada suatu malam, Ishaq bin Ibrahim ini tengah bermimpi bertemu dengan Rasulullah dan menitipkan suatu pesan.
"Lepaskan tawananmu....lepaskan si pembunuh itu....," perintah Rasulullah SAW kepada Ishaq bin Ibrahim dalam mimpinya.

Ishaq bin Ibrahim hanya menatap wajah seseorang yang rupawan dan terpaku.
Belum sempat Ishaq Ibrahim ini bertanya, Rasulullah SAW kembali berkata,
"Wahai Ishaq bin Ibrahim, lepaskan si pembunuh itu...," perintah Rasulullah SAW dalam mimpi.

"Astaghfirullah...ternyata aku hanya bermimpi," kata Isahq bin Ibrahim setelah sadar dari tidurnya.
Semalam ia bermimpi ada orang dengan wajah rupawan yang berani memerintahkan untuk melepaskan seorang pembunuh yang dipenjarakannya. Ia benar-benar penuh keheranan.
Betapa tidak, yang menyuruh demikian bukan orang biasa, tapi dialah orang yang sangat dicintai oleh Ishaq bin Ibrahim, selalu dipujinya setiap waktu dan setiap nafasnya.

Pada pagi harinya, semua keluarganya telah mendapati Ishaq bin Ibrahim wajahnya pucat dan gemetar. Sungguh hal yang tidak biasanya mereka lihat sebelumnya.

Pak Gubernur Menuju Penjara.
Gubernur Baghdad yang kurang lebih menjab 30 tahun ini segera saja bergegas dan bahkan tidak sempat sarapan dan berkata-kata sepatah klatapun kepada keluarganya. Sang Gubernur segera menuju kantor penjara dan langsung memanggil kepala penjara.

"Wahai kepala penjara, siapa saja semalam yang ditangkap dan dipenjara karena kasus pembunuhan," tanya sang Gubernur.
"Ini Bapak, silahkan dilihat," kata si kepala penjara sambil menyodorkan buku daftar tawanan.
"Tidak ada kasus pembunuhan tadi malam Pak," kata kepala penjara kepada Gubernur.

Sang Gubernur kembali lagi heran dibuatnya.
Tadi semalam dia jelas-jelas bermimpi bertemu dengan Rasululah SAW yang menyuruhnya untuk melepaskan si pembunuh, namun dari daftar tahanan menunjukkan bahwa kasus pembunuhan semalam tidak ada, yang ada hanya kasus pencurian saja.

"Apa tidak ada lagi daftar tawanan selain in?" tanya Sang Gubernur.
"Sebentar Pak, saya tanyakan ke beberapa anak buah saya," jawab kepala penjara.

Sang Gubernur masih tetap saja ngotot dan memerintahkan kepada anak bauahnya untuk mencari si pembunuh yang dilakukan tadi malam. Sang Gubernur sangat yakin sekali bahwa perintah Rasululah SAW selalu benar adanya.
Sang Gubernur dan anak buahnya tetap berupaya mencari si pembunuh yang tertangkap tadi malam bersama seluruh anggota pengawal penjara.

Tak berapa lama kemudian kepala penjara berserta seorang anak buahnya datang menhadap Gubernur.
"Apakah ada laporan tentang penangkapan seorang pembunuh tadi malam?" tanya Gubernur kepada salah satu anak buah kepala penjara yang berjaga tadi malam.
Kepala penjara belum mendata semuanya, maklumlah sang Gubernur datangnya terlalu awal, jadinya si kepala penjara masih berbenah dan mendata ualang daftar tawanan.

"Aaada Pak," jawab keduanya dengan dada berdebar.
Ternyata nama si pembunuh itu memang ada, tapi memang terlewatkan tunuk ditulis didaftar buku tahanan. Setelah ditelusuri, ternyata kertas yang bertuliskan nama si pembunuh sempat tercecer di atas meja dan baru saja ditemukan.

Apakah ini termasuk salah satu mukjizat dari Rasulullah SAW meski Beliau sudah meninggal. Wallahu A'lam.
Tapi Allah SWT memang Maha Mengetahui, dan melalui Rasulullah SAW lah Allah SWT mengabarkan.
"Sekarang juga panggil si pembunuh itu," perintah Gubernur kepada anak buahnya.


Si Pembunuh Melindungi Ahlul Bait Rasulullah SAW.
Akhirnya, datanglah orang yang dicari-cari gubernur tadi.
"Apakah benar engkau telah membunuh seseorang tadi malam?" tanya Gubernur kepada si pembunuh.
"Iiii...yaaa..., saya pembunuhnya," jawabsi pembunuh dengan wajah pucat dan badan gemetar karena takut.
"Seberat apakah hukuman buatku...," kata si pembunuh dalam hati.
Ketika ditanya mengenai sebab dia membunuh, sesekali dia tak mampu berkata apa-apa. Ketakutan tengah menguasi dirinya.

"Tenangkan dirimu...saya cuma mau engkau berkata dengan jujur," kata Gubernur menenagkan.
"Jujurlah wahai pemuda, berkatalah apa adanya, kemungkinan kami bisa mempertimbangkan hukuman untuk dirimu," kata Gubernur dengan bijak.

Tutur kata yang begitu ramah dari Gubernur ini mampu mendinginkan suasana. Terlebih si pembunuh tersebut dankali ini si pembunuh mulai bisa bernafas dengan stabil lagi.
Setelah tenang, si pembunuh mulai angkat bicara.
"Begini ceritanya Pak Gubernur," kata si pembunuh memulai ceritanya.

"Hari itu saya memang terpaksa, sungguh sangat terpaksa membunuhnya Pak," kata si pembunuh.
"Benarkah demikian...hmmm....," guman Gubernur.

Pemuda ini memang awalnya selalu akrab dengan minuman keras dan hali maksiat serta berzina. Pokoknya mo limo selalu jadi kesehariannya.
Pesta maksiat paling sering dilakukan di rumah bos mereka.
"Begitulah hari-hari saya Pak, sampai pada akhirnya...," kata pemuda yang ingin melanjutkan tapi dipotong oleh ucapan Gubernur.
"Ah...yang benar saja....," kata sang Guberneur penuh heran.
Kalau si pemuda ini ahli maksiat, lalu kenapa Rasulullah SAW menyuruhnya untuk melepaskan orang yang seperti ini.

"Sampai pada suatu hari, tiba-tiba saja bos saya datang dan membawa seorang gadis cantik nan rupawan ketika kami sedang pesta maksiat. Tapi, kali ini perempuan yang dibawa bos saya sangat cantik, tidak seperti perempuan biasanya. Tak sanggup lidah ini melukiskan secantik apa dia," lanjut si pemuda.
"Tolooong...," teriak si gadis berontak ingin melepaskan diri.

"Segera saja kami pun berlomba untuk untuk memperebutkan si gadis itu. Seperti itulah kebiasaan kami," kisah si pembunuh tentang hari-hari buruknya.
"Tapi Pak Gubernur, gadis ini sangatlah jauh berbeda dengan gadis lainnya. Kami sangat kagum dengan fisiknya yang aduhai.., dan akhirnya akulah yang berhasil membawa gadis itu. Aku membawa dia masuk ke kamar dan sesekali si gadis berontak dan ingin melarikan diri," tutur si pembunuh.

"Ketika saya ikat kaki dan tangannya, dan ketika saya akan menjamahnya layaknya suami sitri, si gadis berteriak dengan keras. Teriakannya melemahkan tubuhku ini. Aku pun gemetar oleh teriakan itu karena belum pernah ada gadis yan berteriak sedemikian rupa. Aku bertobat Pak Gubernur, aku benar-benar bertobat," jelas si pembunuh.
"Apa yang diteriakkan gadis itu?" tanya Gubernur.

Gadis itu berteriak demikian.
"Takutlah dengan Allah...takutlah dengan Allah...," teriak gadis itu.
"Takutlah dengan Allah....takutlah dengan Allah...Allah...Allah...takutlah...," teriaknya lagi.
"Takutlah dengan Allah...wahai Kakekku Muhammad....peliharalah dan jagalah kehormatanku....jagalah kehormatan kakekku Muhammad yang mengalir dalam tubuhku ini," teriak si gadis dengan suara lantang.


Karena teriakan itu, tiba-tiba saja tubuhku lemah tak berdaya seperti tersengat listrik. Pengakuan gadis itu telah membuatku membisu dan badanku kaku. Aku pun membatalkan misiku dan aku bersumpah akan menjaga gadis itu dengan jiwa dan ragaku agar dapat keluar dari lingkungan maksiat itu.

Wanita itu mengatakan bahwa dia telah ditipu oleh bosku yang dijanjikan pekerjaan sebagai penjual kurma dan dijanjikan pula perhiasan sebagai bonusnya hingga si gadis menuruti perkataan bosku.

Lalu kami pun dengan sembunyi-sembunyi untuk keluar dan pergi dari tempat maksiat itu.
Namun, tanpa diduga, kawan-kawanku memergoki kami dan ingin merebut gadis itu dari peganganku. Mereka ingin mendapatkannya, aku pun semakin kuat melindungi perempuan terhormat itu. Aku pun mencoba menjelaskan ke kawan-kawanku tentang alasanku melindunginya, tapi mereka tidak percaya dengan perkataanku.
Aku katakan kepada mereka bahwa gadis itu masih suci, dan merupakan salah satu keturunan orang yang saleh dan sangat mulia yang pernah hidup di dunia ini.

Lagi -lagi kawan-kawanku tak pecaya dengan perkataanku, malah mereka mencoba merebut kembali.
"Enak saja engkau ini, ah itu hanya alasanmu saja, cepat berikan gadis itu," kata mereka berkilah.

Akhirnya, terjadilah hal yang tidak diinginkan, kami saling berkelahi satu sama lain bak perang saudara hingga salah satu mati. Meski demikian salah seorang dari mereka tetap saja mencolak-colek gadis mulia itu, hingga aku mati-matian membelanya. Aku tak tega sedikitpun gadis itu disentuh oleh kawan-kawanku.

Segera saja aku suruh gadis itu untuk pergi dari tempat itu.
"Lari...cepat lari...jangan hiraukan aku...," kataku kepada gadis mulia itu.

Sambil berlari gadis itu berteriak.
"Semoga Allah menutupi aibmu seperti kamu menutupi aibku. Semoga Allah melindungimu sebagaimana kamu melindungiku...," kata gadis itu sambil berlari.
Itulah kata-kata terakhir pertemuanku dengan gadis itu. Sementara karena kawan-kawanku masih saja ingin mengikuti dan merebutnya, terpaksa aku bunuh kawanku itu.

Kawanku bersimbah darah, tewas oleh tanganku ini. Ia telah mati. Aku membunuhnya.
Itulah hari pertamaku menjadi pembunuh.
"Ada yang mati...ada yang mati...," teriak salah seorang temanku sambil lari berhamburan.
"Mendengar teriakan inilah masyarakat berduyun-duyun mendatangi mayat kawanku itu, sementara pisau dan darah masih ada di tanganku. Mereka pun membawaku ke sini dan begitulah ceritanya mengapa aku ditangkap Pak Gubernur," si pembunuh mengakhirni ceritanya dengan perkataan jujur.

Si Pembunuh Divonis Bebas.
"Aku sudah menduga, kalau engkau tidak salah wahai pemuda," jawab sang gubernur dengan santainya.
Ada yang heran, juga ada yang bingung dengan penuturan gubernur ini, terlebih lagi bagi si pembunuh itu.
"Mulai saat ini, engkau aku bebaskan dan perkaramu akan aku serahkan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya," perkataan penutup dari Gubernur.

Sebelum Gubernur meninggalkan tempat, pemuda itu sempat diberitahu tentang mimpinya bertemu dengan Rasululah SAW dan sempat juga Pak Gubernur memberi hadiah kepada si pemuda. Namun, si pemuda menolaknya dengan alasan bebasnya dia sudah lebih dari segalanya.
Pak gubernur Ishaq bin Ibrahim ini meninggal dunia pada tahun  235 H.

Renungkanlah....

Betapa Rasulullah SAW sangat mendengar dan mengetahui siapa pun yang mencintainya, begitu juga dengan nasib orang yang mencintai Ahlul Bait keluarganya.

Rabu, 14 Desember 2011

Asal Usul Sunan Ampel

Siapa Sunan Ampel itu serta dari mana asalnya.
Kisah Islamiah pada sore hari ini mencoba untuk mempostingnya.

Ternyata Sunan Ampel ini berasal dari daerah Bukhara.
Dimanakah Bukhara itu. Bukhara terletak di Samarqand yang masih merupakan daerah Uzbekistan.
Sejak dahulu daerah Samarqand dikenal sebagai daerah islam yang banyak menelurkan ulama-ulama besar seperti sarjana hadits terkenal yaitu Imam Bukhari yang mashur sebagai pewaris hadits yang sahih.


Kisahnya.
Di daerah Samarqand ini ada seorang ulama besar yang bernama Syeikh Jamaludiin Jumadil Kubra, seorang Ahlussunnah bermazhab Syafi'i. Beliau memiliki seorang putra bernama Ibrahim. Dan karena Ibrahim berasal dari Samarqand maka Ibrahim kemudian mendapat tambahan nama Samarqand. Orang Jawa sangat sulit mengucapkan Samarqand, dari itu mereka hanay menyebutnya sebagai Syeikh Ibrahim Asmarakandi.

Syeikh Ibrahim Asmarakandi ini diperintahkan oleh ayahnya yaitu Syeikh Jamaluddin Jumadil Kubra untuk berdakwah ke negara-negara asia. Perintah ini dilaksanakan dan beliau kemudian diambil oleh menantu oleh Raja Cempa, dijodohkan dengan putri raja Cempa yang bernama Dewi Candrawulan.

Negeri Cempa ini menurut sebagian ahli sejarah terletak di Muangthai.
Dari perkawinannya, Ibrahim Asmaraqandi mendapatkan 2 orang putra yang diberi nama Sayyid Ali Rahmatullah dan Sayyid Ali Murtadho.
Sedangkan adik dari Dewi Candrawulan yang bernama Dewi Dwarati diperistri oleh Prabu Brawijaya Majapahit.
Dengan demikian, kedua anak Ibrahim Asmarakandi ini adalah keponakan Ratu Majapahit dan tergolong putra bangsawan atau pangeran kerajaan.

Sayyid Rahmatullah.
Salah seorang putra Dewi Candrawula yang bernama Sayyid Rahmatullah inilah yang kemudian dimintai bantuan oleh bibinya untuk mengajar budi pekerti di tanah Jawa. Kenapa begitu, karena setelah Patih Gajah Mada meninggal, Majapahit menjadi goncang dari segala sendi.
Raden Sayyid Rahmatullah inilah yang akhirnya dikenal dengan sebutan Sunan Ampel.
(Lain kali akan diposting perjalanan Sunan Ampel ke tanah Jawa beserta adiknya, Insya Alloh).

Para pangeran atau bangsawan kerajaan pada waktu itu mendapat gelar Rahadian yang artinya Tuanku.
Dan seiring berkembangnya waktu, sebutan Rahadian ini cukup dipersingkat menjadi Raden.

Sunan Ampel Masih Kerabat Raden Patah.
Raja Majapahit sangat senang mendapatkan istri dari Negeri Cempa yang wajahnya dan kepribadiannya sangat memikat hati, sehingga istri lainnya banyak yang diceraikan dan ada pula yang diberikan kepada adipati-adipati bawahan Majapahit.
Salah satu istri Parbu Brawijaya yang terkenal kala itu adalah Dewi Kian, dimana Dewi Kian diberikan kepada Adipati Ario Damar di Palembang.

Sebelum diberikan kepada Ario Damar ini, Dewi Kian tengah mengandung 3 bulan. Dan kelak dari putra Dewi Kian inilah lahir seorang ulama islam yang terkenal, yaitu Raden Hasan atau yang lebih dikenal dengan nama Raden Patah dan merupakan salah satu murid dari Sunan Ampel yang menjadi raja di Demak Bintoro.

Selasa, 13 Desember 2011

Pertemuan Maryam dan Malaikat Jibril

Kisah islamiah pada pagi hari ini tentang sosok wanita teladan.
Beliaulah Maryam binti Imran, beliau merupakan salah satu wanita yang kelak akan menjadi pemimpin di surga.
Beliau dipilih Allah SWT sebagai bukti kekuasaan-Nya karena bisa hamil tanpa pernah dijamah oleh seorang pria pun.


Kisahnya.
Maryam adalah wanita mulia.
Ayahnya adalah masih keturunan Nabi Daud as. Sejak kecil ia dalam pengasuhan Nabi Zakaria as yang juga suami dari kakaknya.

Riwayat lain mengatakan bahwa Nabi Zakaria as adalah suami dari saudara ibunya.
Maryam tumuh menjadi perempuan yang salehah dan suci. Ketika usianya telah cukup, ia mendermakan hidupnya untuk merawat Baitul Maqdis dengan menjadi pelayan suci.

Salah satu tugas pelayan suci ini adalah menambil air untuk keperluan peribadatan. Air itu berasal dari sebuah mata air yang terdapat di dalam sebuah gua yang terletak tidak jauh dari Baitul Maqdis.
Maryam dan para pelayan suci biasa mengambil air dengan menggunakan tempayan.

Maryam ditemui Malaikat.
Pada suatu hari ketika Maryam sedang mengambil air, tiba-tiba saja ada seorang pemuda rupawan mendekatinya. Maryam belum pernah melihat pemuda itu sebelumnya. Pemuda itu sangat tampan dengan raut wajah bercahaya serta berambut ikal.

"Aku diperintah Allah SWT untuk menyampaikan pesan kepadamu," ujar pemuda berbadan tegap itu.
Tentu saja Maryam sangat ketakutan dengan kehadiran pemuda asing tersebut. Sebagai seorang gadis, ia takut sekali jika si pemuda itu hendak berbuat yang tidak baik kepadanya.

Dengan hati berdebar-debar, Maryam memberanikan dirinya untuk bertanya.
"Siapakah engakau sebenarnya?" tanya Maryam sambil berusaha menyembunyikan ketakutannya.
"Aku adalah Malaikat Jibril, Allah SWT mengutusku untuk menyampaikan pesan kepadamu," jawab pemuda jelmaan Malaikat Jibril itu.
"Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Jika engkau seorang yang bertakwa," terang Maryam mencoba memberanikan diri.

"Pesan apakah itu wahai Malaikat Jibril?" tanya Maryam.
"Allah SWT memerintahkan kepadaku untuk menyampaikan pesan bahwa engkau tidak akan lama lagi akan mengandung. Selanjutnya engkau akan melahirkan anak laki-laki yang baik hatinya, saleh di dunia dan di akhirat," jelas Malaikat Jibril dengan santun.

Maryam Terperanjat.
Terang saja Maryam terperanjat kaget, bagaimana mungkin dirinya yang masih perawan ting ting ini juga belum bersuami bisa mengandung dan kemudian melahirkan seorang anak.

"Jangan ragu wahai hamba Allah, yakinlah bahwa kejadian itu merupakan sesuatu yang sangat mudah bagi Allah SWT," jelas Malaikat Jibril yang mencoba menenangkan Maryam.

Malaikat Jibril kemudian meniup tubuh Maryam sebelum kemudian berlalu.
Tak berapa lama kemudian, Maryam pun mengandung.
Ketika akan melahirkan tiba, Maryam menuju tempat asalnya yang bernama An Nashirah atau yang sering disebut Nazaret.

Kemudian Maryam menuju daerah yang bernama Bethlehem.
Di bawah pohon kurma yang rindang di Bethlehem itulah Maryam melahirkan seorang bayi yang kelak akan menjadi Utusan Allah SWT. Dialah Nabi Isa as.

Maryam sangat bersedih dengan kejadian yang dialaminya.
Malaikat Jibril pun menyuruhnya agar Maryam tidak bersedih hati. Makanan dan minuman untuk Maryam dan puteranya telah disediakan oleh Allah SWT, yakni buah kurma masak dan juga air bersih dari anak sungai yang megalir di dekat Maryam.

"Janganlah takut, Allah SWT akan menjagamu," kata Malaikat Jibril.
Maryam kenudian menggendong bayinya dan membawanya kembali ke kaumnya. Mengetahui Maryam memiliki seorang anak, maka gemparlah kaumnya mengetahui peristiwa yang terjadi pada diri Maryam.

Perlu ditegaskan di sini bahwa Nabi Isa as bukanlah putra Tuhan, bukan Anak Allah, karena Allah SWT tidak beranak dan tidak berputera. Allah SWT tidak sama dengan semua makhluknya yang telah diciptakan. Ingat Surat Al Ikhlas.


قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
اللَّهُ الصَّمَدُ
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Artinya:
1. Katakanlah: Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.

Insya Allah kisah kelanjutan Bayi ajaib ini akan diceritakan dalam judul postingan yang lain.

Api Neraka Padam berkat Air mata

Kisah Islamiah pada sore ini tentang neraka.
Kita sebagai Umat Rasulullah SAW, ada yang masuk ke dalam Neraka Jahannam. Meski begitu, umat islam akan mendapat Syafa'at dari Rasulullah SAW, maka tak heran bila Rasul kita selalu membela dengan segenap kekuatan untuk menghalau api neraka yang akan membakar umatnya.

Sungguh sangat besar cintanya Rasulullah SAW kepada umatnya.
Bahkan dalam suatu riwayat disebutkan bahwa ketika Rasulullah SAW akan meningal dunia, umatnyalah yang selalu ditanyakan kepada Malaikat Jibril dan Malaikat Pencabut Nyawa.


Kisahnya.
Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa kelak pada hari kiamat setiap orang akan disibukkan dengan persoalan dirinya sendiri, termasuk para nabi.

Ketika mereka dimintai pertolongan, mereka menyatakan nafsi-nafsi (sendiri-sendiri).
Kecuali nabi teristimewa, yaitu Nabi Muhammad SAW. Dalam kondisi sulit itu, beliau terus berjuang dan berusaha untuk menyelamatkan umatnya.

"Ummati...Ummati..., bagaimana halnya dengan umatku, selamatkan umatku....selamatkan umatku....," ucap Rasulullah SAW berkali-kali.
(Duuh Gusti Kanjeng Nabi, begitu besar perhatianmu pada umatmu).



Gejolak Neraka Jahannam.
Ketika penghuni neraka digiring menuju neraka, keluarlah gejolak api neraka Jahannam, bergulung-gulung menyambar-nyambar. Ketika ia bergulung-gulung hendak menyambar umat Muhammad, tiba-tiba Malaikat Jibril berteriak.
"Awas..sambaran api menuju umat Muhammad," teriak Malaikat Jibril seraya membawa semangkuk air.

Maka, dengan secepat kilat Nabi Muhammad SAW meraih air yang ada di tangan Malaikat Jibril.
Malaikat Jibri berkata,
"Cepat Muhammad, cepat Muhammad!"


Air Mata sebagai Pemadam.
Segera saja Rasulullah SAW menyiramlan air itu pada api Neraka Jahannam yang menyambar-nyambar hingga menjadi padam seketika. Setelah gejolak api itu padam dan surut kembali ke tempat asalnya, Nabi Muhammad SAW bertanya,
"Wahai Jibril, air apakah itu?"

"Itu adalah air mata umatmu yang menangisi dosa-dosanya karena takut kepada Allah SWT," jawab Malaikat Jibril.
Oleh karena itu, para sahabat yang seiman, deraikanlah dan alirkanlah air mata hingga membasahi pipi atau tumpahkanlah air mata di atas sajadah ketika membaca Al Qur'an atau pada saat sujud karena takut kepada Allah SWT.

Senin, 12 Desember 2011

Nabi ZULKIFLI Mengalahkan Iblis

Kisah Islamiah pada malam ini tentang kisah Nabi Zulkifli as dan Iblis.
Nabi Zulkifli as memiliki rahasia khusus untuk mengalahkan iblis Laknatullah. Ia melawan tipu daya iblis dengan keteguhan dan kesabaran, dan dengan 2 hal tersebut, ternyata iblis berhasil dikalahkan oleh Nabi Zulkifli as.

Kisahnya.
Nabi Zulkifli ini merupakan seorang pemuda yang teguh pendirian serta sabar.
Nabi Zulkifli as ini sebenarnya memiliki nama asli Basyar, dan beliau tinggal di sebuah negara yang dipimpin oleh seorang raja yang arif dan bijaksana.

Pada suatu hari, raja tersebut mengumpulkan semua rakyatnya.
"Siapakah yang sanggup berlaku sabar, jika siang hari berpuasa dan jika malam hari beribadah?" tanya raja tersebut.
"Untuk apa wahai Paduka?" tanya salah seorang rakyatnya.
"Aku sudah terlalu tua memimpin negeri ini. Aku ingin menunjuk penggantiku, akan tetapi orang itu harus sesuai dengan kriteriaku," jelas sang raja.

Nabi Zulkifli as Menjadi Raja.
Rakyatnya diam seribu bahasa. Mereka hanya bisa saling pandang tanpa mengatakan kesanggupannya.
Dalam keheningan tanpasuara itu, ada salah seorang pemuda ynag mengacungkan tangan dan ia sanggup melakukan apa yang diminta rajanya.
Dialah seorang pemuda yang bernama Basyar.

"Saya sanggup wahai Paduka," kata Basyar.
"Benarkah apa yang engkau katakan wahai anak muda?" tanya raja.
"Aku sanggup berlaku sabar, jika siang hari berpuasa dan jika malam hari beribadah," jawab Basyar.

Sejak saat itulah dia dipanggil dengan sebutan Zulkifli yang artinya "Sanggup".
Dan beliau akhirnya diangkat menjadi raja.

Zulkifli benar-benar bisa melakukan syarat yang diminta rajanya. Bila waktu malam telah tiba, ia beribadah dan di waktu siang hari, Zulkifli selalu berpuasa.
Melihat keteguhan iman dan kesabaran Zulkifli ini, iblis laknatullah seolah tak rela.
Bukan iblis namanya kalau dia merelakan suatu kebaikan.

Iblis Mengganggu.
Ketika iblis mengetahui Zulkifli hanya tidur dalam waktu yang tidak terlalu lama di malam hari, iblis berusaha mengganggu tidur Zulkifli yang haya sebenatar itu.
Iblis berpikir bahwa bila ia berhasil membuat Zulkifli tidak tidur di waktu tersebut (malam hari), maka iblis yakin kalau Zulkifli akan kesulitan beribadah di tengah malam.

Iblis memiliki siasat untuk menghadapi Zulkifli dengan menjelma menjadi seorang kakek.
Kakek itu datang dan berpura-pura mengadukan nasibnya kepada Zulkifli.
"Hamba seorang musafir, barang-barang hamba dirampok di perjalanan," kata kakek itu.
"Datanglah besok pagi, akan kuputuskan masalahmu dalam sidang," jawab Zulkifli.

Tipu Daya Iblis.
Namun, pada keesokan paginya, kakek itu tidak datang.
Setelah ditunggu hingga sore di rumah sidang, kakek itu juga tak kunjung nongol. Namun, ketika malam harinya, saat Zulkifli hendak beristirahat,kakek itu datnag lagi menghadap.

"Mengapa engkau baru datang, bukankah engkau berjanji akan datang pagi hari?" tanya Zulkifli.
"Orang yang merampok saya cerdik Tuanku. Jika waktu sidang dibuka, barang saya dikembalikan, dan jika sidang hendak ditutup, barang saya dirampasnya kembali," jawab kakek itu.

Pada suatu malam, Raja Zulkifli sangat mengantuk.
Ia telah berpesan kepada para penjaga agar menutup semua pintu dan menguncinya. Saat hendak membaringkan diri, terdengar suara pintu kamarnya diketok orang.
"Siapa yang masuk? tanya Zulkifli kepada prajurit penjaganya.
"Tidak ada seorang pun yang masuk Tuanku," jawab prajurit.

Zulkifli heran, jelas-jelas tadi ia mendengar suara pintu diketuk.
Lalu Zulkifli memeriksa sekeliling rumah, dan ternyata dia menemukan kakek yang bermasalah tersebut. Ia merasa heran, padahal semua pintu jelas telah terkunci rapat.

"Engkau bukan manusia, engkau pasti iblis," kataZulkifli.
"Ya, aku memang iblis yang ingin menguji kesabaranmu. Ternyata memang benar, engkau orang yang dpat memenuhi kesanggupanmu dulu," jawab iblis.

Karena siasatnya tidak berhasil, iblis pun akhirnya pergi.
Nabi Zulkifli as memang terkenal memiliki kesabaran yang tinggi dan selalu mempergunakan akal sehatnmya.
Itulah rahasi Nabi Zulkifli as dalam mengalahkan iblis.

Kamis, 08 Desember 2011

Islamnya Jin Berjubah Hijau

Kisah islamiah siang setelah Shalat Jumat ini tentang pengakuan jin berjubah hijau.
Jin berjubah hijau ini telah mengakui kerasulan Nabi Muhammad SAW dan telah masuk islam sejak Nabi Nuh as.
Wow lama sekali usia dari jin berjubah hijau ini.


Kisahnya.
Rintangan yang dihadapi oleh Rasulullah SAW untuk menyiarkan islam selalu saja mendapat halangan dari kaum kafir Quraisy.
Dan kali ini kaum kafir Quraisy menantangnya dengan berhala.

Di tempat yang telah ditentukan, berkumpullah kaum kaum kafir Quraisy dengan membawa berhalanya di suatu pegunungan yang bernama Abu Quba'is. Mereka berencana akan mempermalukan Rasulullah SAW.

Sementara itu, Rasulullah SAW ditemani oleh sahabatnya yang bernama Abdullah bin Mas'ud. Di tengah perjalanan, beliau dikejutkan oleh ucapan salam seorang penunggang kuda yang berjubah hijau.

Jin Berjubah Hijau.
Setelah menjawab salamnya, Rasulullah SAW bertanya,
"Wahaipenunggang kuda, siapakah engkau ini? Aku heran dengan salam yang engkau ucapkan."
"Aku adalah keturunan jin. Namaku adalah Muhair bin Habbar dan masuk islam sejak zaman Nabi Nuh as. Tempat tinggalku di Gunung Thursina. Setelah lama pergi mengembara, aku pulang dan mendapati istriku sedang menangis. Ketika aku tanya, katanya ia bersedih karena setan Musfir telah menghasut kaum kafir Quraisy dan mendustakan engkau Wahai Nabiyullah," jawab Jin berjubah itu.

"Dari itu, aku mencari Musfir dan aku dapatkan ia sedang berada diantara bukit Shafa dan Marwah. Aku berkelahi dengannya dan aku berhasil membunuhnya. Tubuhnya yang seperti anjing itu, aku pecahkan kepalanya. Dan ini (sambil menunjukkan telapak tangannya) bekas lumuran darah dari kepalanya," jelas lebih lanjut Jin penunggang kuda itu.

Mendengar penuturan jin berjubah hijau itu, Rasulullah SAW berdoa untuk kebaikannya.
Si jubah hijau mengamini dan berkata,
"Wahai Rasululah SAW, sekarang apa yang harus aku perbuat? Bolehkah aku merasuk ke dalam tubuh salah satu patung itu kemudian bersaksi atas kerasulanmu agar mereka menjadi sadar?"
"Jika demi kebaikan, silahkan," jawab Rasulullah SAW.


Berhala Bersaksi.
Rasulullah SAW bersama sahabatnya melangkah melanjutkan perjalanan. Sesampainya di tanah lapang, masyarakat Quraisy telah berkumpul dengan patung berhalanya masing-masing. Setelah sekian lama mereka menyembah patung dengan khusyuknya, maka terdengarlah suara lantang dari salah satu berhala itu.

"Wahai penduduk Makkah, ketahuilah bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Maka segala yang disampaikan adalah hak. Sedangkan penyembahan kalian kepada patung-patung berhala ini adalah bathil. Sekiranya kalian membenarkan dan mengimani dakwah Muhammad SAW, niscaya kalian akan masuk surga. Sebaliknya, jika kalian mendustakan dan tetap menyembah berhala, niscaya tempat kembali kalian adalah Jahannam dan disiksa selamanya," kata yang keluar dari salah satu patung itu.

Alangkah terkejutnya semua yang hadir. Semuanya terdiam dengan kesadarannya masing-masing. Sebagian terdiam penuh sesal dan memendam amarah.
Namun, tak sedikit pula yang bangkit kesadarannya dan mendapathidayah dari Allah SWT.

Mereka yang sadar lantas bertobat dan mereka meninggalkan berhala-berhalanya dan mengimani dakwah Rasulullah SAW.

Dalam acara tersebut, tampak Abu Jahal yang meluap-luap marahnya. Ia langsung saja melompat ke depan, menerjang orang-orang yang di depannya, kemudian menggulingkan berhala yang bisa berbicara itu. Berhala itu dibantingnya, dipukulinya hingga hancur berkeping-keping. Belum puas dengan itu semua, ABu Jahal meludahinya berkali-kali sambil menginjak-injak serpihan pecahan berhala itu.
(Katanya disembah kok diludahi segala oleh Abu Jahal).

Sementara itu, Rasulullah SAW tampak sedang bersyukur memuji Allah Yang Maha Kuasa karena dakwahnya telah mulai membuahkan hasil.
(Maaf kalau ada yang salah kosakata, maklum belum diedit).

Sabtu, 03 Desember 2011

Dikutuk Menjadi Monyet

Kisah Islamiah malam ini tentang kutukan atau azab.
Banyak cara dilakukan oleh iblis untuk menggoda umat manusia, tak luput pula umatnya Nabi Musa as.

Saat ditetapkan hari Sabtu sebagai hari ibadah, mereka malah menggunakannya untuk bekerja. Mereka termakan oleh rayuan iblis terlaknat sehingga beberapa dari umat Nabi Musa as dikutuk menjadi monyet.


Kisahnya.
Umat Nabi Musa as pada hari Sabtu merupakan hari pantangan untuk menangkap ikan atau bekerja. Pada hari Sabtu tersebut, mereka dianjurkan untuk beribadah kepada Allah SWT. Bagi yang membangkang, maka akan menerima azab.

Dikisahkan dalam Al Qur'an bahwa Bani Israil merupakan umat Nabi Musa as.
Saat itu Bani Israil tinggal di daerah pantai sehingga sebagian besar mata pencahariannya adalah sebagai nelayan.

Allah SWT memberikan kewajiban kepada Bani Israil untuk taat dan patuh melalui rasul-Nya.
Melalui Nabi Msa as, Bani Israil diperintahkan untuk beribadah pada hari Sabtu. Pada hari itu, tidak boleh ada aktivitas mencari nafkah atau berburu ikan di laut.
Pada hari itu hanya digunakan untuk menyembah kepada Allah SWT.

Sedangkan untuk menangkap ikan, Bani Israil diperbolehkan pada hari-hari yang lain, kecuali hari Sabtu.
"Baiklah, kami taat kepadamu Musa karena engkau adalah nabi kami," kata Bani Israil.

Hari Sabtu Dimuliakan.
Sejak saat itu, hari Sabtu menjadi hari yang dimuliakan oleh Bani Israil.
Mereka mengisi hari tersebut dengan beribadah pada Allah SWT. Segala aktivitas baik berupa pencarian ikan di laut atau perniagaan berhenti semua pada hari itu.

Meskipun pada hari itu ikan-ikan di laut terlihat sangat banyak dan muncul di permukaan laut, tetapi mereka tetap patuh.
Nah, saat itulah iblis mulai menggoda Bani Israil. Mereka menanamkan sesuatu yang buruk di hati Bani Israil tersebut.
"Inilah kesempatanku untuk menggoda mereka," tutur iblis dengan hati senang.

Sesaat kemudian, iblis menyamar dan mendatangi Bani Israil.
Ia pun duduk dan berbaur dengan orang-orang yang gelisah membicarakan hilangnya ikan.
Setelah berbicara panjang lebar, iblis pun menawarkan suatu ide cemerlang.
"Kawan-kawan, bagaimana kalau kita tetap melaut dan mencari ikan pada hari Sabtu. Ingatlah bahwa ada hari itu ikan-ikan ramai berdatangan di perairan kita.
Di lain hari Sabtu, ikan-ikan menghilang entah kemana.Jadi, kita harus menangkap dan menjaring ikan tersebut pada hari Sabtu saja," penuturan iblis kepada Bani Israil yang gelisah.


Terjadilah perdebatan panjang dari Bani Israil.
Mereka tak yakin dengan usulan iblis. Namun, iblis cukup cerdik dan akhirnya ia berhasil meyakinkan argumentasi untuk menguatkan godaannya.
"Jangan ragu-ragu, kita akan makan apa jika kita jatuh miskin. Bagaimana dengan nasib anak-anak dan istri kita. Aku yakin, Musa pasti tidak tega jika kita menderita," tegas iblis menguatkan godaannya.
"Baiklah, kita sepakat dengan usulmu. Kita tetap akan berlayar mencari ikan meskipun itu hari Sabtu," jawab Bani Israil dengan serempak.

Peringatan Allah SWT.
Ketika hari Sabtu tiba, banyak kalangan Bani Israil yang menolak beribadah. Mereka tetap melaut untuk mencari ikan.

"Kenapa hanya sedikit Bani Israil yang datang beribadah di hari Sabtu ini?" tanya Nabi Musa as.
Salah seorang penduduk yang masih taat pada Allah menjawab,
"Wahai Nabi kami, kaum Bani Israil banyak yang melaut pada hari ini. Alasannya, ikan-ikan saat hari Sabtu sangat banyak, sedangkan di hari lain ikannya sangatlah sedikit."

"Ya Allah, kenapa mereka tetap tidak taat kepada-Mu, padahal mereka telah aku tolong dari berbagai bahaya yang mengancam. Dari itu, berikanlah peringatan kepada mereka," ucap nabi Musa as sambil berdoa kepada Allah SWT.

Ternyata Allah SWT mengabulkan doa Nabi Musa as.
Seluruh Bani Israil yang tidak beribadah di hari Sabtu, dilaknat berubah menjadi monyet. Mereka pun tidak memiliki keturunan hingga mereka mati.
Sedangkan orang-orang yang tetap taat, diselamatkan dari azab itu.