Kisah Islamiah hadir sebagai santapan religi saat sahur Anda semua.
Kali ini dengan kisah yang tak kalah menarik, tentang Raja Namrud dan seekor nyamuk.
Sebenarnya seluruh kerajaan yang ada di alam semesta ini, baik yang dipimpin oleh manusia, jin atau yang lainnya adalah di bawah kekuasaan Allah SWT.
Karena kerajaan Allah SWT tidak terbatas luasnya.
Hal ini seperti terlihat dalam Al Qur'an, Surat Ali Imran ayat 26 berikut ini.
Allah SWT berfirman,
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya:
Katakanlah: "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Seperti kisah berikut ini, rasanya tak pantaslah sifat sombong itu tumbuh di antara kita semuanya.
Kisahnya.
Raja Namrud adalah seorang raja yang hidup pada masa Nabi Ibrahim as. Karena kekuasaan yang ia miliki, Raja Namrud menjadi seorang raja yang zalim dan sombong.
Bersamaan dengan itu, Allah SWT mengirimkan seorang malaikat dalam wujud burung.
Namun, Raja Namrud akhirnya membunuh burung tersebut dengan anak panahnya hingga berdarah kemana-mana.
Setelah mengetahui bahwa panahnya itu berhasil, Raja Namrud menjadi bersuka cita dan berpaling dengan berkata sombong.
"Akulah raja segalanya, aku telah berhasil membunuh Tuhan di surga," ucap Raja Namrud.
Walhasil,
Raja Namrud pun menjadi semakin sombong dan kezalimannya menjadi-jadi, bahkan tak berperikemanusiaan lagi. Maka, untuk menunjukkan kekuasaanNya, Allah SWT kemudian mengirimkan seekor makhluk yang lemah kepada Namrud.
Nyamuk.
Seekor hewan yang sangat lemah telah turun.
Allah SWT akan menunjukkan bahwa meskipun nyamuk itu adalah makhluk yang lemah, akan tetapi dia lebih kuat daripada Raja Namrud.
Akhirnya, Namrud pun jatuh sakit dan sakitnya semakin bertambah parah.
Bahkan ia tidak dapat tidur jika kepalanya belum dipukuli oleh para pelayannya.
Ketika nyamuk itu selesai memakan otaknya, bagian depan kepala raja namrud menjadi terbuka, dan keluarlah seekor binatang besar dari dalam kepalanya.
Raja Namrud pun menjadi binasa.
Itulah sedikit kisah dari seekor nyamuk.
Sebagai renungan saja, tak patut manusia menyombongkan dirinya.
Masa lalu, tak pantas seorang insan melupakan masa lalu. Kalau tidak diingatkan dengan masa lalu seperti kisah ini, tentulah manusia akan semakin sombong.
Kamis, 26 Juli 2012
Pohon Bersujud kepada Rasulullah
Kisah islamiah malam hadir setelah shalat tarawih. Kali ini berkisah tentang salah satu mukjizat Rasulullah SAW. Memang selain Rasulullah SAW mampu membelah bulan, Beliau juga memiliki mukjiza yang tak banyak diketahui orang.
Pohonpun bersujud dan bershalawat kepadanya.
Sungguh keajaiban, sungguh mukjizat tiada bandingnya.
Subhanalloh.....
Kisahnya.
Sebelum Muhammad diangkat menjadi Nabi dan Rasul terakhir, beliau ini dulunya sering diajak berdagang oleh pamannya, Abu Thalib. Pada suatu hari Abu Thalib pergi ke Syam untuk berdagang, diajak pulalah Muhammad yang masih berusia muda dan beberapa pemuka Quraisy lain.
Dalam perjalanan, pada saat di suatu tempat, mereka singgah di sebuah rumah rahib untuk beristirahat. Sang rahib menerima tamunya dengan suka cita. Setelah meletakkan perbekalan, rahib keluar untuk menemui mereka.
Sang rahib menuju tamunya, diamati satu persatu dan tepat di hadapan Muhammad SAW rahib tersebut berhenti sejenak lalu memegang tangannya sambil berkata,
"Inilah penghulu alam semesta, inilah utusan Rabb alam semesta, dia diutus oleh Allah sebagai rahmat bagi alam semesta."
"Apa yang Anda ketahui tentang hal ini?" tanya Abu Thalib.
Pengakuan Sang Rahib.
Sang rahib menjawab,
"Sesungguhnya ketika kalian muncul dan naik bebukitan, tidak ada satupun dari bebatuan dan pohon-pohon melainkan bersujud kepadanya dan mereka tidak akan bersujud kecuali kepada seorang Nabi. Dialah Nabi yang lama dinanti."
"Apa artinya semua itu?" tanya orang Quraisy yang ada di dalam pendapa.
"Sesungguhnya aku dapat mengetahuinya melalui tanda kenabian yang terletak pada bagian bawah tulang rawan di pundaknya yang mirip buah apel," kata sang Rahib.
Sang rahib pun membuatkan makanan buat perbekalan mereka.
Setelah itu, Nabi Muhammad SAW pun dipanggil untuk menemui si rahib,
Saat itu pula, ketika Rasulullah SAW berjalan, tiba-tiba saja awan menaungi beliau.
Rahib pun semakin yakin dengan kenabian Muhammad SAW.
Lebih mencengangkan lagi.
Ketika Muhammad berjalan selain dinaungi awan, pohon yang sebelumnya menaungi orang Quraisy di tempat duduknya, tiba-tiba saja pohon-pohon itu beralih menaungi Muhammad.
Semua dibuat takjub dengan apa yang terjadi.
"Lihatlah, naungan pohon ini pinda kepadanya," kata si rahib.
"Bukankah ini suatu mukjizat dan bukan sihir?" kata rahib lebih lanjut.
Pohonpun bersujud dan bershalawat kepadanya.
Sungguh keajaiban, sungguh mukjizat tiada bandingnya.
Subhanalloh.....
Kisahnya.
Sebelum Muhammad diangkat menjadi Nabi dan Rasul terakhir, beliau ini dulunya sering diajak berdagang oleh pamannya, Abu Thalib. Pada suatu hari Abu Thalib pergi ke Syam untuk berdagang, diajak pulalah Muhammad yang masih berusia muda dan beberapa pemuka Quraisy lain.
Dalam perjalanan, pada saat di suatu tempat, mereka singgah di sebuah rumah rahib untuk beristirahat. Sang rahib menerima tamunya dengan suka cita. Setelah meletakkan perbekalan, rahib keluar untuk menemui mereka.
Sang rahib menuju tamunya, diamati satu persatu dan tepat di hadapan Muhammad SAW rahib tersebut berhenti sejenak lalu memegang tangannya sambil berkata,
"Inilah penghulu alam semesta, inilah utusan Rabb alam semesta, dia diutus oleh Allah sebagai rahmat bagi alam semesta."
"Apa yang Anda ketahui tentang hal ini?" tanya Abu Thalib.
Pengakuan Sang Rahib.
Sang rahib menjawab,
"Sesungguhnya ketika kalian muncul dan naik bebukitan, tidak ada satupun dari bebatuan dan pohon-pohon melainkan bersujud kepadanya dan mereka tidak akan bersujud kecuali kepada seorang Nabi. Dialah Nabi yang lama dinanti."
"Apa artinya semua itu?" tanya orang Quraisy yang ada di dalam pendapa.
"Sesungguhnya aku dapat mengetahuinya melalui tanda kenabian yang terletak pada bagian bawah tulang rawan di pundaknya yang mirip buah apel," kata sang Rahib.
Sang rahib pun membuatkan makanan buat perbekalan mereka.
Setelah itu, Nabi Muhammad SAW pun dipanggil untuk menemui si rahib,
Saat itu pula, ketika Rasulullah SAW berjalan, tiba-tiba saja awan menaungi beliau.
Rahib pun semakin yakin dengan kenabian Muhammad SAW.
Lebih mencengangkan lagi.
Ketika Muhammad berjalan selain dinaungi awan, pohon yang sebelumnya menaungi orang Quraisy di tempat duduknya, tiba-tiba saja pohon-pohon itu beralih menaungi Muhammad.
Semua dibuat takjub dengan apa yang terjadi.
"Lihatlah, naungan pohon ini pinda kepadanya," kata si rahib.
"Bukankah ini suatu mukjizat dan bukan sihir?" kata rahib lebih lanjut.
Rabu, 25 Juli 2012
Bukti Bahwa Allah Tidak Tidur
Kisah Islamiah hadir dengan santapan rohani di saat sahur ini, kisah Nabi kali ini.
Ada kisah yang dapat membuktikan bahwa Allah SWT itu tidak tidur. Kisahnya terjadi pada Zaman Nabi Musa as.
Kisahnya.
Pada jaman dahulu ada seorang dari Bani Israil yang merupakan umat nabi Musa as bertanya,
"Wahai Musa, apakah Tuhanmu tidur?"
"Takutlah kalian semua kepada Allah SWT," jawab Nabi Musa as.
Karena yang bertanya tak mendapatkan jawaban yang diinginkan, akhirnya si penanya ini mendesak kepada nabi Musa as untuk membuktikannya.
Tak lama kemudian Nabi Musa as mendapatkan sebuah wahyu,
"Wahai Musa, mereka telah bertanya kepadamu apakah Tuhanmu tidur? Maka ambillah dua botol kaca, lalu peganglah dia pada waktu malam hari."
Malam Menjelang.
Ketika malam tiba, Nabi Musa as kemudian mengambil dua botol kaca dan memegang dengan kedua tangannya. Dalam beberapa saat, nabi Musa as masih tetap mampu memegang botol-botol tersebut. Hingga pada akhirnya kantuk pun menyerang Nabi Musa as, sehingga botol yang dipegangnya hampir saja jatuh mengenai kedua kakinya.
Ditahannya kantuk itu sehingga Nabi Musa as masih dapat menyelamatkan kedua botol tadi agar tak jatuh. Kemudian nabi Musa as memegangnya kembali hingga pagi menjelang.
Saat pagi hari, tiba-tiba saja beliau diserang kantuk yang teramat sangat, dan kali ini beliau tak dapat menahan kantuknya hingga tertidur.
Tertidur.
Karena tertidur, otomatis botol yang dipegangnya terjatuh ke lantai dan pecah berantakan.
Kemudian Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa as,
"Wahai Musa, seandainya aku tidur, niscaya langit akan jatuh menimpa bumi dan akan terjadi kehancuran seperti hancurnya kedua botol itu."
Nah, itu dia hal yang membuktikan bahwa Allah SWT selalu terjaga.
Selamat sahur sahabat, selamat menjalankan ibadah puasa.
Gambar hanya ilustrasi saja.
Ada kisah yang dapat membuktikan bahwa Allah SWT itu tidak tidur. Kisahnya terjadi pada Zaman Nabi Musa as.
Kisahnya.
Pada jaman dahulu ada seorang dari Bani Israil yang merupakan umat nabi Musa as bertanya,
"Wahai Musa, apakah Tuhanmu tidur?"
"Takutlah kalian semua kepada Allah SWT," jawab Nabi Musa as.
Karena yang bertanya tak mendapatkan jawaban yang diinginkan, akhirnya si penanya ini mendesak kepada nabi Musa as untuk membuktikannya.
Tak lama kemudian Nabi Musa as mendapatkan sebuah wahyu,
"Wahai Musa, mereka telah bertanya kepadamu apakah Tuhanmu tidur? Maka ambillah dua botol kaca, lalu peganglah dia pada waktu malam hari."
Malam Menjelang.
Ketika malam tiba, Nabi Musa as kemudian mengambil dua botol kaca dan memegang dengan kedua tangannya. Dalam beberapa saat, nabi Musa as masih tetap mampu memegang botol-botol tersebut. Hingga pada akhirnya kantuk pun menyerang Nabi Musa as, sehingga botol yang dipegangnya hampir saja jatuh mengenai kedua kakinya.
Ditahannya kantuk itu sehingga Nabi Musa as masih dapat menyelamatkan kedua botol tadi agar tak jatuh. Kemudian nabi Musa as memegangnya kembali hingga pagi menjelang.
Saat pagi hari, tiba-tiba saja beliau diserang kantuk yang teramat sangat, dan kali ini beliau tak dapat menahan kantuknya hingga tertidur.
![]() |
| TIDUR |
Tertidur.
Karena tertidur, otomatis botol yang dipegangnya terjatuh ke lantai dan pecah berantakan.
Kemudian Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa as,
"Wahai Musa, seandainya aku tidur, niscaya langit akan jatuh menimpa bumi dan akan terjadi kehancuran seperti hancurnya kedua botol itu."
Nah, itu dia hal yang membuktikan bahwa Allah SWT selalu terjaga.
Selamat sahur sahabat, selamat menjalankan ibadah puasa.
Gambar hanya ilustrasi saja.
7 Butir Batu Penghalang Pintu Neraka
Kisah Islamiah malam dengan kisah sahabat dan 7 buah batu.
Sungguh Allah SWT itu Maha Meninggikan (Ar-Raafi') kepada tiap hamba-hambaNya.
Seperti kisah berikut ini, lantara seorang laki-laki yang telah bersumpah Syahadat kepada batu-batu, akhirnya bisa masuk surga.
Kisahnya.
Pada suatu hari ada seorang laki-laki yang sedang berdiri di bukit Arafah dengan menggenggam erat 7 buah batu di tangannya. Kemudian dia berkata,
"Wahai 7 butir batu, saksikanlah bahwa aku bersaksi Tiada Tuhan yang patut disembah melainkan hanya Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah."
Tak beberapa lama kemudian laki-laki itu pun tertidur dengan pulasnya.
Dalam tidurnya, ia bermimpi bahwa seolah-olah hari kiamat telah tiba. Ia pun terkena hisab pula sehingga nampaklah amal kejelekannya.
"Wahai hamba Allah, engkau telah banyak melakukan kejahatan, banyak maksiat sehingga timbangan amal burukmu lebih berat ketimbang amal baikmu. Sekarang akan aku seret engkau ke dasar jurang neraka," kata malaikat.
Laki-Laki Diseret ke Neraka.
Malaikat pun akhirnya menyeret laki-laki itu hingga ke depan pintu neraka.
Namun, apa yang terjadi?
Pintu neraka ke satu itu telah tertutup oleh sebuah batu sehingga tidak bisa dimasuki.
Begitu pula dengan pintu neraka kedua, mereka terhalang oleh sebongkah batu lagi.
Para malaikat berusaha menyingkirkan batu itu, tetapi lagi-lagi mereka tidak mampu mengangkatnya. Kemudian malaikat menyeret laki-laki itu ke pintu neraka yang ketiga, keempat hingga ke tujuh, namun hasil yang didapatkan sama saja, tertutup sebongkah batu.
Allah SWT Maha Meninggikan.
Akhirnya, dibawalah laki-laki itu ke bawah 'Arsy dan terdengarlah firman Allah SWT,
"Wahai hambaKu. Telah engkau jadikan batu-batu itu sebagai saksi. Maka batu-batu itu pun tidak menyia-nyiakan hakmu. Sedangkan aku menyaksikan persaksianmu yang mengEsakan Aku, maka sekarang masuklah kamu ke dalam surgaKu."
Sungguh Maha Benar Allah dengan Segala FirmanNya.
Coba sikapi ayat Al Qur'an berikut ini.
وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلائِفَ الأرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
Artinya:
"Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu Amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(QS. Al-An'am: 165)
Sungguh Allah SWT itu Maha Meninggikan (Ar-Raafi') kepada tiap hamba-hambaNya.
Seperti kisah berikut ini, lantara seorang laki-laki yang telah bersumpah Syahadat kepada batu-batu, akhirnya bisa masuk surga.
Kisahnya.
Pada suatu hari ada seorang laki-laki yang sedang berdiri di bukit Arafah dengan menggenggam erat 7 buah batu di tangannya. Kemudian dia berkata,
"Wahai 7 butir batu, saksikanlah bahwa aku bersaksi Tiada Tuhan yang patut disembah melainkan hanya Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah."
Tak beberapa lama kemudian laki-laki itu pun tertidur dengan pulasnya.
Dalam tidurnya, ia bermimpi bahwa seolah-olah hari kiamat telah tiba. Ia pun terkena hisab pula sehingga nampaklah amal kejelekannya.
"Wahai hamba Allah, engkau telah banyak melakukan kejahatan, banyak maksiat sehingga timbangan amal burukmu lebih berat ketimbang amal baikmu. Sekarang akan aku seret engkau ke dasar jurang neraka," kata malaikat.
Laki-Laki Diseret ke Neraka.
Malaikat pun akhirnya menyeret laki-laki itu hingga ke depan pintu neraka.
Namun, apa yang terjadi?
Pintu neraka ke satu itu telah tertutup oleh sebuah batu sehingga tidak bisa dimasuki.
Begitu pula dengan pintu neraka kedua, mereka terhalang oleh sebongkah batu lagi.
Para malaikat berusaha menyingkirkan batu itu, tetapi lagi-lagi mereka tidak mampu mengangkatnya. Kemudian malaikat menyeret laki-laki itu ke pintu neraka yang ketiga, keempat hingga ke tujuh, namun hasil yang didapatkan sama saja, tertutup sebongkah batu.
Allah SWT Maha Meninggikan.
Akhirnya, dibawalah laki-laki itu ke bawah 'Arsy dan terdengarlah firman Allah SWT,
"Wahai hambaKu. Telah engkau jadikan batu-batu itu sebagai saksi. Maka batu-batu itu pun tidak menyia-nyiakan hakmu. Sedangkan aku menyaksikan persaksianmu yang mengEsakan Aku, maka sekarang masuklah kamu ke dalam surgaKu."
Sungguh Maha Benar Allah dengan Segala FirmanNya.
Coba sikapi ayat Al Qur'an berikut ini.
وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلائِفَ الأرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
Artinya:
"Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu Amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(QS. Al-An'am: 165)
Senin, 23 Juli 2012
Ulama akan Dipancung
Kisah Islamiah malam dengan kisah seorang ulama yang akan dipancung.
Karena keimanan dan kecerdikannya, sang pemancung tak bisa berbuat banyak dan akhirnya dibebaskan.
Asal mulanya adalah ketika sang ulama dinganggu oleh anak penguasa negeri itu, tapi si anak mengadu kepada ayanhnya.
Pemimpin ini berlaku sombong, namun akhirnya bertobat.
Setelah berakhirnya kisah Jenazah Rasulullah akan Dicuri Nasrani dan Setan Membuat Pikiran Manusia Bingung, dilanjutkan dengan kisah ulama yang akan dipancung, namun tak sampai terjadi.
Kisahnya.
Dinukil dari kitan Mi'ah Qishshah diceritakan bahwa ada seorang ulama dari Bukhara yang sedang datang ke kota penguasa untuk mengunjungi saudaranya. Ulama tersebut adalah Abu Ghayyats.
Kebetulan di tengah jalan sang ulama bertemu dengan anak-anak penguasa yang bernama Amir Nashr bin Muhammad. Anak-anak tersebut sedang asyik bermain dengan para pengawalnya. Karena sudah saking asyiknya bermain, hingga mereka tak sengaja mengganggu perjalanan sang ulama.
Abu Ghayyats pun sudah memperingatkan kepada anak tersebut agar tidak mengganggunya lagi. Nasehatnya tak diindahkan bahkan mereka terus mengganggu.
Abu Ghayyats mengangkat kepalanya ke atas sembari berdoa kepada Allah SWT. Kemudian mengambil tongkat dan menggebuki anak-anak itu.
Mereka pun lari kocar-kacir menuju istana sang penguasa. Setibanya di kerajaan, si anak mengadukan Abu Ghayyats kepada ayahnya hingga jadi murkalah.
Abu Ghayyats pun dipanggil oleh sang penguasa akhirnya.
Pemimpin yang Suka Menghukum.
Setibanya di tempat, sang penguasa bertanya,
"Tidak tahukah engkau bahwa siapa saja yang membangkang terhadap penguasa, dia akan diberi makan siang di penjara?" kata Amir, sang penguasa.
Abu Ghayyats tidak takut sama sekali, bahkan dia malah membalas pernyataan penguasa.
"Tidak tahukah Anda siapa saja yang membangkang kepada Ar-Rahman (Allah SWT), dia akan diberi makan malam di neraka?" balas Abu Ghayyats.
Kontan saja pernyataan yang diberikan sang ulama membuat marah sang penguasa.
Akhirnya penguas memberikan hukuman pancung kepada Abu Ghayyats. Namun demikian sang penguasa memberikan kesempatan kepada sang ulama untuk mengucapkan kata-kata terakhirnya.
Sang Penguasa Tobat.
"Baiklah, sekarang mintalah apa keperluanmu, setelah itu aku akan menghukummu dengan penggal kepala," kata Amir.
"Kalau begitu, tulislah surat kepada Malikat Malik, penjaga neraka agar tidak menyiksaku kelak," kata Abu Ghayyats.
"Itu bukan wewenangku, maka mintalah yang lain saja," kata Amir.
"Kalau begitu, tulislah surat kepada Malikat Ridwan, penjaga surga, agar memasukkanku kelak di surga," kata Abu Ghayyats.
"Itu pun juga bukan wewenangku," kata Amir lagi.
"Kalau begitu, keperluanku hanya kepada Allah SWT saja yang merupakan Pemilik semua keperluan dan kebutuhan," tegas Abu Ghayyats.
Atas jawaban tegas dari Abu Ghayyats tersebut, akhirnya sang ulama dibebaskan bahkan dia malah dipuji karena keimanan yang dia miliki.
Sang pemimpin itu akhirnya bertobat kepada Allah SWT.
Karena keimanan dan kecerdikannya, sang pemancung tak bisa berbuat banyak dan akhirnya dibebaskan.
Asal mulanya adalah ketika sang ulama dinganggu oleh anak penguasa negeri itu, tapi si anak mengadu kepada ayanhnya.
Pemimpin ini berlaku sombong, namun akhirnya bertobat.
Setelah berakhirnya kisah Jenazah Rasulullah akan Dicuri Nasrani dan Setan Membuat Pikiran Manusia Bingung, dilanjutkan dengan kisah ulama yang akan dipancung, namun tak sampai terjadi.
![]() |
| Ulama |
Kisahnya.
Dinukil dari kitan Mi'ah Qishshah diceritakan bahwa ada seorang ulama dari Bukhara yang sedang datang ke kota penguasa untuk mengunjungi saudaranya. Ulama tersebut adalah Abu Ghayyats.
Kebetulan di tengah jalan sang ulama bertemu dengan anak-anak penguasa yang bernama Amir Nashr bin Muhammad. Anak-anak tersebut sedang asyik bermain dengan para pengawalnya. Karena sudah saking asyiknya bermain, hingga mereka tak sengaja mengganggu perjalanan sang ulama.
Abu Ghayyats pun sudah memperingatkan kepada anak tersebut agar tidak mengganggunya lagi. Nasehatnya tak diindahkan bahkan mereka terus mengganggu.
Abu Ghayyats mengangkat kepalanya ke atas sembari berdoa kepada Allah SWT. Kemudian mengambil tongkat dan menggebuki anak-anak itu.
Mereka pun lari kocar-kacir menuju istana sang penguasa. Setibanya di kerajaan, si anak mengadukan Abu Ghayyats kepada ayahnya hingga jadi murkalah.
Abu Ghayyats pun dipanggil oleh sang penguasa akhirnya.
Pemimpin yang Suka Menghukum.
Setibanya di tempat, sang penguasa bertanya,
"Tidak tahukah engkau bahwa siapa saja yang membangkang terhadap penguasa, dia akan diberi makan siang di penjara?" kata Amir, sang penguasa.
Abu Ghayyats tidak takut sama sekali, bahkan dia malah membalas pernyataan penguasa.
"Tidak tahukah Anda siapa saja yang membangkang kepada Ar-Rahman (Allah SWT), dia akan diberi makan malam di neraka?" balas Abu Ghayyats.
Kontan saja pernyataan yang diberikan sang ulama membuat marah sang penguasa.
Akhirnya penguas memberikan hukuman pancung kepada Abu Ghayyats. Namun demikian sang penguasa memberikan kesempatan kepada sang ulama untuk mengucapkan kata-kata terakhirnya.
Sang Penguasa Tobat.
"Baiklah, sekarang mintalah apa keperluanmu, setelah itu aku akan menghukummu dengan penggal kepala," kata Amir.
"Kalau begitu, tulislah surat kepada Malikat Malik, penjaga neraka agar tidak menyiksaku kelak," kata Abu Ghayyats.
"Itu bukan wewenangku, maka mintalah yang lain saja," kata Amir.
"Kalau begitu, tulislah surat kepada Malikat Ridwan, penjaga surga, agar memasukkanku kelak di surga," kata Abu Ghayyats.
"Itu pun juga bukan wewenangku," kata Amir lagi.
"Kalau begitu, keperluanku hanya kepada Allah SWT saja yang merupakan Pemilik semua keperluan dan kebutuhan," tegas Abu Ghayyats.
Atas jawaban tegas dari Abu Ghayyats tersebut, akhirnya sang ulama dibebaskan bahkan dia malah dipuji karena keimanan yang dia miliki.
Sang pemimpin itu akhirnya bertobat kepada Allah SWT.
Sabtu, 21 Juli 2012
Setan Membuat Pikiran Manusia Bingung
Kisah islamiah di malam hari ini hadir dengan kisah setan dan iblis, setelah sebelumnya postingan tentang Jenazah Rasulullah akan Dicuri Nasrani, yang sangat menarik sekali untuk disimak.
Eiit...namun kisah baru ini juga tak kalah menariknya loh.
Setan yang menyamar menjadi manusia, menghadap Rasulullah SAW untuk membuat bingung pikiran manusia.
Memang sih setelah iblis diturunkan dari surga ke bumi, ia bersumpah akan terus menjerumuskan orang untuk berbuat maksiat dan melupakan perintah Allah SWT.
Gimana kisahnya.
Kisahnya.
Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra.
Pada suatu hari para sahabat sedang duduk di hadapan Rasulullah SAW, dan tiba-tiba saja ada seseorang yang tak dikenal datang dan bergabung dalam acara itu.
Orang asing tersebut berwajah buruk, pakaiannya jelek dan kumal serta aromanya tak sedap.
Dengan pedenya orang tersebut melontarkan pertanyaan kepada Rasulullah SAW tanpa terlebih dulu uluk salam.
"Siapakah yang menciptakan Anda?" tanya orang itu.
"Wahai orang asing, aku dan kamu serta semua makhluk di bumi dan di langit ini merupakan ciptaan Allah SWT," ujar Rasulullah SAW.
"Lalu siapa yang menciptakan langit dan bumi?" tanya orang asing itu lagi.
"Langit dan bumi jua merupakan ciptaan Allah SWT," jelas Rasulullah SAW.
Setan Tumbuhkan Keraguan.
Orang asing itu menganggukkan kepalanya seakan setuju dan paham maksud yang diutarakan oleh Rasulullah SAW. Namun apa yang terjadi.
Orang asing itu kemudian melayangkan pertanyaan kembali, dengan pertanyaan yang tidak umum sama sekali.
"Jika demikian, siapakah yang menciptakan Allah SWT," tanya orang asing itu.
"Subhanallah...Maha Suci Allah," ujar Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW terdiam sejenak dan mengamati orang asing itu yang berkata aneh itu. Bukankah Allah SWT memiliki sifat Wujud, Qidam, Baqa dan seterusnya.
Setelah diamati dalam-dalam, Rasulullah SAW mengetahui bahwa orang asing itu adalah jelmaan setan.
Karena merasa Rasulullah sudah mengetahui jati dirinya, akhirnya orang itu segera pergi meninggalkan tempat itu. Rasulullah SAW menyuruh kepada para sahabatnya untuk mengejar dan menangkap orang asing itu.
"Panggillah laki-laki itu," perintah Rasulullah SAW.
Para sahabat kemudian mencari laki-laki asing itu, tapi mereka tak menemukannya.
Orang asing itu lenyap seketika bak ditelan bumi saja.
Lantas salah seorang sahabat bertanya,
"Wahai Rasulullah SAW, siapakah laki-laki itu."
"Ketahuilah, ia adalah setan, ia datang untuk membuat kalian ragu-ragu dalam agama kalian," jelas Rasulullah SAW,
Eiit...namun kisah baru ini juga tak kalah menariknya loh.
Setan yang menyamar menjadi manusia, menghadap Rasulullah SAW untuk membuat bingung pikiran manusia.
Memang sih setelah iblis diturunkan dari surga ke bumi, ia bersumpah akan terus menjerumuskan orang untuk berbuat maksiat dan melupakan perintah Allah SWT.
Gimana kisahnya.
Kisahnya.
Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra.
Pada suatu hari para sahabat sedang duduk di hadapan Rasulullah SAW, dan tiba-tiba saja ada seseorang yang tak dikenal datang dan bergabung dalam acara itu.
Orang asing tersebut berwajah buruk, pakaiannya jelek dan kumal serta aromanya tak sedap.
Dengan pedenya orang tersebut melontarkan pertanyaan kepada Rasulullah SAW tanpa terlebih dulu uluk salam.
"Siapakah yang menciptakan Anda?" tanya orang itu.
"Wahai orang asing, aku dan kamu serta semua makhluk di bumi dan di langit ini merupakan ciptaan Allah SWT," ujar Rasulullah SAW.
"Lalu siapa yang menciptakan langit dan bumi?" tanya orang asing itu lagi.
"Langit dan bumi jua merupakan ciptaan Allah SWT," jelas Rasulullah SAW.
Setan Tumbuhkan Keraguan.
Orang asing itu menganggukkan kepalanya seakan setuju dan paham maksud yang diutarakan oleh Rasulullah SAW. Namun apa yang terjadi.
Orang asing itu kemudian melayangkan pertanyaan kembali, dengan pertanyaan yang tidak umum sama sekali.
"Jika demikian, siapakah yang menciptakan Allah SWT," tanya orang asing itu.
"Subhanallah...Maha Suci Allah," ujar Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW terdiam sejenak dan mengamati orang asing itu yang berkata aneh itu. Bukankah Allah SWT memiliki sifat Wujud, Qidam, Baqa dan seterusnya.
Setelah diamati dalam-dalam, Rasulullah SAW mengetahui bahwa orang asing itu adalah jelmaan setan.
Karena merasa Rasulullah sudah mengetahui jati dirinya, akhirnya orang itu segera pergi meninggalkan tempat itu. Rasulullah SAW menyuruh kepada para sahabatnya untuk mengejar dan menangkap orang asing itu.
"Panggillah laki-laki itu," perintah Rasulullah SAW.
Para sahabat kemudian mencari laki-laki asing itu, tapi mereka tak menemukannya.
Orang asing itu lenyap seketika bak ditelan bumi saja.
Lantas salah seorang sahabat bertanya,
"Wahai Rasulullah SAW, siapakah laki-laki itu."
"Ketahuilah, ia adalah setan, ia datang untuk membuat kalian ragu-ragu dalam agama kalian," jelas Rasulullah SAW,
Kamis, 12 Juli 2012
Jenazah Rasulullah akan Dicuri Nasrani
Kisah Islamiah dengan Kisah Nabi Muhammad SAW.
Sungguh Rasulullah ini dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, semasa hidup maupun sesudah meninggalnya.
Terbukti, meski ada orang yang akan menggali makan beliau, namun tetap dilindungi.
Kisahnya.
Sumber cerita adalah dari Ali Hafidz yang merupakan sejarawan islam dalam kitabnya Fusul min Tarikhi Al Madinah Al Munawarah. Peristiwanya terjadi pada tahun 1164 M atau 557 H.
Secara diam-diam, pemerintah Eropa Kristiani telah menyusun rencana untuk mencuri jenazah Nabi Muhammad SAW.
Mereka kemudian mengutus dua orang nasrani untuk menjalankan aksi keji mereka.
Bertepatan pada musim haji, orang-orang tersenut menyamar sebagai jamaah haji.
Keduanya ditugaskan untuk melakukan pengintaian terlebih dahulu, mencari kesempatan yang baik untuk mencuri jasad Nabi Muhammad SAW. Setelah melakukan pengintaian, keduanya memberanikan dirinya untuk menyewa sebuah penginapan di dekat makam Nabi Muhammad SAW.
Mereka membuat lubang dari kamar dalam kamar penginapan tersebut menuju ke makam Rasulullah SAW. Belum sampai pada akhir penggalian, rencana tersebut digagalkan.
Petunjuk Mimpi.
Pada suatu hari, Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki yang merupakan penguasa Islam saat itu telah mendapat petunjuk melalui mimpi. Sang Sultan bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW sambil menunjuk dua orang lelaki bermambut pirang dan berjambang.
"Wahai Mahmud, selamatkanlah jasadku dari maksud jahat kedua orang ini," tutur Rasulullah SAW.
Sultan Mahmud lantas terbangun dalam keadaan gelisah tiada tara. Ia kemudian melaksanakan shalat malam dan kemudian kembali tidur. Namun, Sultan Mahmud kembali bermimpi berjumpa dengan Rasulullah SAW dengan maksud sama sebanyak tiga kali dalam semalam.
Pada malam itu juga Sultan melakukan perjalanan dari Damsyik ke kota Madinah. Sesampainya di Madinah, Sultan langsung menuju Masjid Nabawi untuk melakukan shalat dan berziarah ke makam Nabi SAW.
Pagi harinya Sultan berkoordinasi dengan penguasa Madinah.
Saat yang tepatpun datang, ketika Menteri jamaluddin mengumpulkan seluruh penduduk Madinah untuk menerima sembako.
Kesempatan itu digunakan Sultan untuk mencermati, mencari orang yang ada di lihatnya dalam mimpi. Namun Sultan tak menemukan orang yang ada dalam mimpinya itu.
Menteri Jamaluddin bertanya kepada penduduk,
"Apakah di antara kalian ada yang belum mendapatkan sembako dan hadiah dari Sultan?"
"Ada dua orang dari Maghribi yang belum mendapatkan jatah, keduanya selalu berjamah di Masjid Nabawi," ujar salah seorang penduduk.
Dihukum Mati.
Kemudian Sultan memrintahkan agar kedua orang itu dipanggil. Alangkah terkejutnya Sultan ini begitu melihat kedua orang tadi, ternyata merekalah yang dilihatnya dalam mimpi.
Setelah ditanya, mereka mengaku sebagai jamaah dari Andalusia, Spanyol. Mesli Sultan mendesak bertanya tentang kegiatan meraka di Madinah, namun mereka tetak mau mengaku.
Kemudian Sultan bersama menteri dan pengawal pergi menuju ke penginapan dua orang jamaah dari Andalusia itu. Sesampainya di rumah, mereka menemukan sejumlah buku dalam rak dan dua buah mushaf Al Qur'an. Pada saat itulah Allah SWT memberi ilham, Sultan Mahmud tiba-tiba membuka tikar yang menghampar di lantai kamar tersebut.
Masya Allah...
Sultan menemukan sebuah papan yang di dalamnya menganga sebuah lorong panjang yang menuju ke makam Nabi SAW. Seketika itu juga Sultan menghampiri kedua lelaki berambut pirang tersebut dan memukulnya.
Setelah bukti ditemukan, mereka mengaku diutus Raja Nasrani di Eropa untuk mencuri jasad Nabi Muhammad SAW.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, pada keesokan harinya mereka berdua dijatuhi hukum penggal di dekat pintu timur makam Nabi Muhammad saw kemudian mayatnya di bakar.
Sungguh Rasulullah ini dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, semasa hidup maupun sesudah meninggalnya.
Terbukti, meski ada orang yang akan menggali makan beliau, namun tetap dilindungi.
Kisahnya.
Sumber cerita adalah dari Ali Hafidz yang merupakan sejarawan islam dalam kitabnya Fusul min Tarikhi Al Madinah Al Munawarah. Peristiwanya terjadi pada tahun 1164 M atau 557 H.
Secara diam-diam, pemerintah Eropa Kristiani telah menyusun rencana untuk mencuri jenazah Nabi Muhammad SAW.
Mereka kemudian mengutus dua orang nasrani untuk menjalankan aksi keji mereka.
Bertepatan pada musim haji, orang-orang tersenut menyamar sebagai jamaah haji.
Keduanya ditugaskan untuk melakukan pengintaian terlebih dahulu, mencari kesempatan yang baik untuk mencuri jasad Nabi Muhammad SAW. Setelah melakukan pengintaian, keduanya memberanikan dirinya untuk menyewa sebuah penginapan di dekat makam Nabi Muhammad SAW.
Mereka membuat lubang dari kamar dalam kamar penginapan tersebut menuju ke makam Rasulullah SAW. Belum sampai pada akhir penggalian, rencana tersebut digagalkan.
Petunjuk Mimpi.
Pada suatu hari, Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki yang merupakan penguasa Islam saat itu telah mendapat petunjuk melalui mimpi. Sang Sultan bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW sambil menunjuk dua orang lelaki bermambut pirang dan berjambang.
"Wahai Mahmud, selamatkanlah jasadku dari maksud jahat kedua orang ini," tutur Rasulullah SAW.
Sultan Mahmud lantas terbangun dalam keadaan gelisah tiada tara. Ia kemudian melaksanakan shalat malam dan kemudian kembali tidur. Namun, Sultan Mahmud kembali bermimpi berjumpa dengan Rasulullah SAW dengan maksud sama sebanyak tiga kali dalam semalam.
Pada malam itu juga Sultan melakukan perjalanan dari Damsyik ke kota Madinah. Sesampainya di Madinah, Sultan langsung menuju Masjid Nabawi untuk melakukan shalat dan berziarah ke makam Nabi SAW.
Pagi harinya Sultan berkoordinasi dengan penguasa Madinah.
Saat yang tepatpun datang, ketika Menteri jamaluddin mengumpulkan seluruh penduduk Madinah untuk menerima sembako.
Kesempatan itu digunakan Sultan untuk mencermati, mencari orang yang ada di lihatnya dalam mimpi. Namun Sultan tak menemukan orang yang ada dalam mimpinya itu.
Menteri Jamaluddin bertanya kepada penduduk,
"Apakah di antara kalian ada yang belum mendapatkan sembako dan hadiah dari Sultan?"
"Ada dua orang dari Maghribi yang belum mendapatkan jatah, keduanya selalu berjamah di Masjid Nabawi," ujar salah seorang penduduk.
Dihukum Mati.
Kemudian Sultan memrintahkan agar kedua orang itu dipanggil. Alangkah terkejutnya Sultan ini begitu melihat kedua orang tadi, ternyata merekalah yang dilihatnya dalam mimpi.
Setelah ditanya, mereka mengaku sebagai jamaah dari Andalusia, Spanyol. Mesli Sultan mendesak bertanya tentang kegiatan meraka di Madinah, namun mereka tetak mau mengaku.
Kemudian Sultan bersama menteri dan pengawal pergi menuju ke penginapan dua orang jamaah dari Andalusia itu. Sesampainya di rumah, mereka menemukan sejumlah buku dalam rak dan dua buah mushaf Al Qur'an. Pada saat itulah Allah SWT memberi ilham, Sultan Mahmud tiba-tiba membuka tikar yang menghampar di lantai kamar tersebut.
Masya Allah...
Sultan menemukan sebuah papan yang di dalamnya menganga sebuah lorong panjang yang menuju ke makam Nabi SAW. Seketika itu juga Sultan menghampiri kedua lelaki berambut pirang tersebut dan memukulnya.
Setelah bukti ditemukan, mereka mengaku diutus Raja Nasrani di Eropa untuk mencuri jasad Nabi Muhammad SAW.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, pada keesokan harinya mereka berdua dijatuhi hukum penggal di dekat pintu timur makam Nabi Muhammad saw kemudian mayatnya di bakar.
Langganan:
Postingan (Atom)







