Kamis, 10 Januari 2013

Jenazah Dikuliti Malaikat

Kenapa sampai terjadi salah satu jenazah ini tubuhnya dikuliti dan dicabuti dagingnya oleh malaikat di alam kubur...
Simak cerita di bawah ini.

Pada zaman pemerintahan Umar bin Abdul Aziz r.a, terdapat pemuda yang mati, dan dia adalah pemuda yang selalu meninggalkan shalat semasa hidupnya. Di dalam kubur, Jasadnya dicabik-cabik oleh Malaikat.
Na'uzubillah...


Kisahnya.
Kisah ini dirwiayatkan oleh Umar bin Abdul Aziz r.a.
Suatu ketika, Umar bin Abdul Aziz r.a. tengah mengurusi jenazah salah seorang kerabatnya yang bernama Fatih. Setelah dimandikan, dikafani dan dishalati, kemudian jenazah itu dibawa ke pemakaman umum.

Tak terlalu memakan waktu lama, jenazah pemuda itu telah selesai dikuburkan dan orang-orang pun lalu meninggalkan makam tersebut.
Begitu juga yang dilakukan Umar. Setelah beberapa langkah meninggalkan makam, tiba-tiba Umar mendengar suara yang datang dari makam baru tersebut. Umar menduga suara itu adalah suara Malaikat yang bertugas di alam kubur.

"Wahai Umar bin Abdul Aziz, maukah aku beritahu apa yang akan kuperbuat dengan orang yang engkau cintai ini?" kata suara itu.
"Tentu, ceritakanlah kepadaku," jawab Umar penasaran.
"Aku bakar kain kafannya, kurobek badannya dan kusedot darahnya serta kukunyah dagingnya. Maukah kau kuberitahu apa yang akan aku perbuat dengan anggota badannya?" ujar suara dari dalam kubur itu dengan agak keras.

Daging Dicabut.
Mendapat jawaban dari sura itu, Umar heran dan kemudian bertanya,
"Lalu, apa yang terjadi dengan anggota badannya?" tanya Umar lagi.
"Aku cabut dagingnya satu persatu dari telapak tangannya, lalu dari tangan ke lengan dan dari lengan menuju pundak. Kucabut pula lutut dari pahanya. Lalu paha dari lututnya. Kucabut pula lutut itu dari betis. Dari betis menuju telapak kakinya," kata suara itu menyeramkan.

"Ceritakanlah kepadaku, apa yang dilakukan jenazah itu di dunia sehingga ia mendapatkan siksa kubur seperti itu?" kata Umar.
"Ketahuilah, Umur di dunia hanya sedikit. kemuliaan di dalamnya adalah kehinaan, pemuda ini larut dalam kenikmatan dunia yang semu sehingga melupakan Allah SWT. Pemuda ini lalai dengan shalat," ujar suara yang diduga dari Malaikat Munkar dan Nakir itu.

Fitnah Dunia.
Umar menangis dengan penuturan suara itu. Ia banyak merenung dan menghimbau orang-orang yang masih hidup untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT, diantaranya adalah dengan melaksanakan shalat, puasa dan sebagainya.

Umar semakin giat mengingatkan kepada umat Islam tentang hakikat kesenangan dunia yang terkadang menipu.
"Celakalah jenazah yang tertipu oleh dunia, di dalam kubur tidak ada perbedaan siang dan malam, tertutup kesempatan beramal serta mereka berpisah dengan kekasih dan keluarga, istri-istrinya dinikahi oleh orang lain. Anak-anaknya bebas bermain. Kerabatnya sibuk membagi-bagi rumah dan harta peninggalannya, karena itu tingkatkanlah ibadah kepada Allah SWT," demikian salah satu dakwah Umar mengingatkan akan siksa kubur.

Rabu, 09 Januari 2013

Kisah Nabi Sulaiman dan Semut Merah

Kisah ini akan menyajikan suatu cerita pada zaman Nabi Sulaiman yang kaya raya dan dianugerahi kelebihan untuk berkomunikasi dengan semua binatang yang ada di dunia ini.
Salah satu kisah yang diceritakan dalam Al Qur'an adalah bahwa Nabi Sulaiman bisa berbicara dengan semut.

Tentu kita ingat dengan doa dari Nabi Sulaiman yang meminta kepada Allah SWT untuk dianugerahi kerajaan besar, dan tak seorang pun manusia setelahnya yang akan memilikinya.
Dan doa ini dikabulkan oleh Allah SWT, dan sampai saat ini pun janji Allah untuk menepati permintaan Nabi Sulaiman telah terbukti. Bahkan Nabi kita, Rasulullah SAW juga telah menyadari akan doa Nabi Sulaiman ini dalam ayat Al Qur'an, mungkin akan diceritakan lain kali saja.

Semut

Kisahnya.
Ketika rombongan Nabi Sulaiman a.s akan melintasi lembah yang ditempati sebagai sarang semut, dan Beliau menyeru kepada semut-semut itu agar berlindung.
Atas kebijakan Nabi SUlaiman inilah semut-semut itu memberikan pujian kepada Nabi Sulaiman.

Pada masa-kanak-kanak, Nabi Sulaiman sudah menampakkan tanda-tanda kecerdasan, ketajaman otak, kepandaian berfikir serta ketelitian dalam mempertimbangkan dan mengambil suatu keputusan. Sebuah peristiwa yang menunjukkan kecerdasan dan ketajaman otak Nabi Sulaiman dibuktikan dengan kecerdasannya dalam memecahkan beberapa masalah.

Salah satu mukjizat yang diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi Sulaiman adalah mengerti bahasa binatang. Suatu hari rombongan besar Nabi Sulaiman hendak menuju lembah Asgalan, dan rombongan itu terdiri dari Nabi Sulaiman dan umatnya, malaikat, jin serta binatang-binatang.
Ditengah perjalanan, Beliau menyuruh rombongannya berhenti.

"Berhentilah sejenak, kita beri waktu kepada makhluk ALlah untuk menyelamatkan diri," ucap Nabi Sulaiman.
"Wahai Nabiyullah, mengapa kita tiba-tiba berhenti di tengah jalan," tanya salah satu rombongan.
"Di depan ada lembah semut yang di dalamnya terdapat jutaan semut, mereka akan kusuruh untuk berlindung agar tidak terinjak oleh rombongan kita," jawab Nabi Sulaiman.

Dari jarak yang cukup jauh itu, Nabi Sulaiman nampaknya mendengar dialog Raja Semut yang menyuruh para semut untuk berlindung. Sungguh mukjizat yang sangat hebat sob, seseorang bisa mendengar pembicaraan hewan dari jarak yang jauh lagi, dialah Nabiyullah Sulaiman, Raja segala raja yang pernah hidup di dunia ini, dan tak pernah ada seorang rajapun di dunia ini sehebat Beliau.

Pujian Semut.
"Hai semut-smur, masuklah kalian ke dalam sarang agar selamat dan tidak terinjak oleh rombongan Nabi Sulaiman," ucap Raja Semut.
Nabi Sulaiman tersenyum mendengar suara semut yang ketakutan itu.
Ketika kaum semut itu tengah sibuk menyelamatkan diri, Nabi Sulaiman menyuruh kepada rombongannya untuk terus bersyukur kepada Allah SWT. Sungguh Anugerah Allah, meskipun diberi kekuatan hebat pun Nabi Sulaiman ini tidak pernah sombong, rasa syukur yang selalu Beliau ucapkan sob.

Setelah beberapa saat berhenti, Nabi Sulaiman dan rombongannya kembali meneruskan perjalanan.
Ketika melintasi lembah semut itu, Nabi Sulaiman dan rombongannya mendapatkan pujian dari Raja Semut. Kaum semut bersyukur karena sarangnya tidak rusak oleh rombongan Nabi Sulaiman.

"Kami takjub kepada Nabi Sulaiman yang mengerti bahasa binatang, sehingga tidak ada satupun yang terbunuh diantara kami," kata Raja Semut.

Kisah ini merupak cuplikan dari ayat Al Qur'an surat An-Naml ayat 18 yang artinya,
"Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari."
(QS. An-Naml: 18).

Asal Mula Kesombongan Iblis

Sahabat..tahukah kalian bahwa iblis itu memiliki riwayat apa dan bagaimana asal muasalnya iblis menjadi sombong, bahkan kesombongannya hingga hari kiamat tiba.
Sebagai pembelajaran dan renungan, janganlah kita umat Nabi Muhammad SAW memiliki sifat sombong seperti Iblis, sombong karena memiliki wajah tampan/cantik, sombong karena kaya dan berharta melimpah dan sebagainya.

Berikut Penuturannya.
Seperti kita ketahui bersama bahwa gembong kesesatan yang pertama adalah Iblis.
Dia berasal dari bangsa jin yang telah diciptakan Allah SWT sebelum manusia.

Bersama malaikat, dia ikut menyaksikan penciptaan manusia pertama, yaitu Nabi Adam as.
Ketika Allah memerintahkan mereka bersujud kepada Adam as, hanya Iblis yang menolak.

Al-Qur'an telah mengabadikan kecongkakan Iblis di hadapan Allah SWT.
Allah berfirman,
"Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?"

Iblis menjawab,
"Aku lebih baik daripadanya.
Engkau ciptakan aku dari api sedang Engkau ciptakan dia dari tanah."
(QS. Al-A'raaf:12).

Betapa sombongnya Iblis itu.
Padahal itu adalah perintah langsung dari Sang Pencipta.
Sombong...
Allah SWT menyuruh Iblis dan Malaikat untuk sujud tentu ada sesuatu yang lebih, sesuatu yang beda di diri Nabi Adam as.

BUKTI KELEBIHAN ADAM as.
Allah juga telah menunjukkan kelebihan Nabi Adam di hadapan Iblis.
Saat itu pula Allah memerintahkan Nabi Adam menyebutkan benda-benda yang ada di sekitarnya, dan mampu Nabi Adam menyebutnya satu persatu.

Ya...namanya juga sombong yang sudah mendarah daging, meski bukti kelebihan Nabi Adam telah ditampakkan langsung, masih saja Iblis merasa lebih baik.

Masih ingat kan kisah Raja dari segala raja yang pernah hidup di muka bumi ini.
Nabi Sulaiman.
Ya dialah Nabi Sulaiman yang banyak punggawanya, termasuk bangsa Jin yang tunduk kepada Nabi yang satu ini.

Riwayatnya, ada seorang alim yang lebih hebat ketimbang jin dan bangsanya termasuk Jin Ifrit yang terkenal kuat.
Ifrit mampu memindahkan singgasana Ratu Bilqis sebelum Nabi Sulaiman berdiri dari duduknya.
Namun ada seorang alim yang berkata bahwa dia mampu memindahkan singgasana Ratu Bilqis sebelum Nabi Sulaiman berkedip.
Subhanallah...
Cepat sekali orang alim ini mengalahkan Jin Ifrit.

Ada pula riwayat yang menyebutkan bahwa Iblis pernah berdialog dengan Nabi Musa dan ingin bertaubat.
Namun syarat yang harus dipenuhi Iblis berat untuk dilakukan, yaitu agar Iblis sujud ke makam Nabi Adam.
Iblis menolaknya juga.
Sombong sekali...

KESOMBONGAN TIADA BATASNYA.
Kesombongan Iblis bukan hanya menunjukkan kecongkakannya, akan tetapi juga menunjukkan kepada kita bahwa sombong itu tiada batasnya.

Iblis bukan hanya merasa lebih hebat daripada Nabi Adam as, tetapi juga merasa lebih tahu daripada Allah.
Iblis mencoba berargumen dengan Allah, mengatakan bahwa dirinya lebih baik karena diciptakan dari api, sedangkan manusia diciptakan dari tanah.

Seolah-olah masih ada hal yang tidak diketahui oleh Allah SWT, dan baru diketahui ketika Iblis mengatakannya.
Kita tidak tahu persis apa yang terjadi dalam pikiran Iblis ketika ia menolak perintah Allah tersebut.

Yang jelas, Iblis benar-benar bersikap sombong.
"Tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari kesombongan."
(HR.Muslim).

Iblis telah benar-benar sombong karena menolak kebenaran yaitu menolak perintah Allah dan meremehkan Nabi Adam as.

Benarlah peringatan Allah SWT melalui Rasul-Nya.
Rasulullah SAW bersabda,
Allah SWT berfirman:
'Kesombongan adalah pakaikan-Ku, sedangkan kebesaran adalah selendang-Ku, maka siapa saja yang mencabut salah satu dari dua hal itu, maka ia akan Aku lemparkan ke neraka.'
(HR. Ibnu Majah).

22 Tanda Kiamat Sudah Dekat

Setidaknya ada 22 tanda apabila kiamat akan segera datang, hal ini berdasarkan berbagai riwayat dari sahabat nabi, hadidts dan sebagainya.
Nabi Muhammad SAW telah membocorkan rahasia akan datangnya kiamat kepada umatnya dengan tujuan umatnya akan siap dalam menghadapinya.

Kiamat

Berikut Tanda-Tanda Kiamat akan Segera Datang:

1. Shalata ditinggalkan.

2. Berbohong menjadi satu keperluan dalam hidup dan menganggap jika tidak berbohong sukar untuk hidup senang.

3. Pezianah banyak yang menjadi pemimpin dan kebanyakannya jahil mengenai agama dan banyak memberi fatwa yang menyesatkan pengikutnya.

4. Perkara benar menjadi salah dan salah menjadi benar.
Sukar untuk membedakan perkara halal dan haram karena yang haram dianggap halal serta sebaliknya.

5. Keinginan nafsu syahwat digalakkan dan berleluasa disebarkan melalui iklan, buku, gambar, risalah atau film.

6. Membayar zakat dianggap beban.

7. Orang yang hidup mengikut kehendak agama ditindas dan hati mereka senantiasa merintih karena maksiat bebas tetapi mereka tidak mampu mencegahnya.

8. Turun hujan di luar musimnya dan hujan tidak memberi keuntungan kepada makhluk di muka bumi.

9. Fenomena lelaki kawin dengan lelaki (homoseksual) dan perempuan berkeinginan kepada perempuan (lesbian) semakin menjadi-jadi.

10. Perempuan menguasai lelaki dengan memakai obat guna-guna, sihir dan amalan setan lain.

11. Anak-anak mengingkari dan mendurhakai ibu bapak (ibu bapak menjadi kuli dan anak menjadi tuan).

12. Kawan disangka lawan dan musuh dianggap sahabat serta memusuhi orang yang mengajak berbuat kebaikan.

13. Dosa dipandang ringan malah bangga melakukannya seperti zina, minum arak,bergaul bebas antara lelaki dan perempuan, meninggalkan shalat, membuka aurat dan berjudi.

14. Masjid dihias indah tetapi kosong tidak ada jamaahnya.

15. Ramai yang shalat tetapi munafik dan berpura-pura.
Di dalam shalat berjanji akan mengikut suruhan Allah SWT tetapi di luar shalat melanggar perintahNya.

16. Akan datang golongan manusia dari Barat menguasai mereka yang lemah (iman) dan ramai terpengaruh dengannya seperti mengikut cara mereka berpakaian, bergaul dan suka berpesta.

17. Al-Quran dicetak dengan indah tetapi hanya dijadikan perhiasan dan jarang dibaca serta diamalkan kehendaknya.

18. Amalan riba merajalela hingga orang alim pun terjebak sama.

19. Darah manusia tidak berharga, sering terjadi pembunuhan, peperangan.

20. Penganut Islam tidak mau mengamalkan perintah agama dan tidak mau membela serta menyebarkannya.

21. Akan bertambah banyak penyanyi wanita (wanita yang tidak beriman adalah senjata syaitan yang baik).

22. Ramai orang kaya pergi umrah dan haji dengan tujuan melancong, yang sederhana pergi untuk berniaga dan yang miskin bermaksud meminta sedekah.

Bukankah banyak benarnya penuturan di atas, terjadi saat ini, misal saja banyak orang sekarang yang meninggalkan shalat 5 waktu dengan berbagai alasan.
Lalu nomor 18, riba, ya riba ini sudah merajalela sekali dan sampai saat ini pada tingkat yang mengkhawatirkan.

Selasa, 08 Januari 2013

Siapakah Malaikat Penjaga Lautan

Assalamu'alaikum.
Ini ada sebuah Kisah Tentang Malaikat penjaga lautan yang bermanfaat, kisahnya bagus dan semoga bisa memberikan tambahan iman kita terhadap adanya Malaikat Allah SWT.
Sebagai bahan renungan, dan renungkanlah sahabat.

Kisahnya
Malaikat Allah SWT jumlahnya sangat banyak.
Selain 10 malaikat yang sudah diketahui, ternyata masih banyak malaikat lainnya yang memiliki tugas masing-masing.
Salah satunya adalah malaikat penjaga laut.

Di dalam kitab Irsyadul Ibad dijelaskan bahwa ada seorang Nasrani Paderi yang bertobat dari agamanya (Nasrani).
Orang Nasrani ini memilih masuk Islam.
Keislamannya diawali ketika ia diilhami tentang kebenaran ajaran Islam, sehingga membuatnya bimbang dan ingin berpindah menganut agama Islam.

Karena begitu kuat dorongannya untuk memeluk Islam, akhirnya nasrani ini berangkat ke Makkah dan melakukan Thawaf mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali.
Setelah Thawaf berakhir, ia merasakan guncangan batin yang hebat.

Ia seolah merasakan kenikmatan beribadah daripada sebelumnya.
Karena kondisi puncak keimanan itulah akhirnya ia memutuskan melakukan pengembaraan mencari tempat yang sunyi.

Bertemu Malaikat Laut.
Setiap hari ia berjalan tanpa arah dan tujuan hingga ketika ia sampai di suatu tempat di pinggir laut, ia menghentikan langkahnya.
Saat itu waktu sudah gelap gulita.

Tiba-tiba terdengarlah gemuruh suara seperti suara hewan.
Suasana hatinya bercampur aduk antara takut, was-was dari ancaman binatang yang bisa tiap saat menerkamnya.

Karena itu orang Nasrani ini memutuskan untuk memanjat pohon yang besar.
Akan tetapi di atas pohon, ia tidak bisa tidur dan terlebih lagi pada saat terdengar suara binatang buas yang bersahutan.
Ketika suara itu semakin jelas, ia melihat di permukaan laut ada sebuah makhluk aneh yang sangat besar.
Dia adalah malaikat penjaga laut.

Wujud makhluk itu berkepala seperti burung kasuari tapi berwajah seperti manusia.
Badannya seperti unta yang memiliki punuk, ekornya seperti ikan.
Orang Nasrani itu menganggapnya aneh karena hanya muncul di permukaan laut saja.

Ia kemudian berteriak.
"Hai siapa itu?" begitu teriaknya.
"Wahai manusia, mengapa engkau tidak mengucapkan salam kepadaku?" tegur makhluk itu.

Akhirnya si Nasrani pun mengikuti apa yang diperintahkannya.
Saat ia turun dari pohon, ia terkejut melihat lebih dekat bentuk asli makhluk itu dan ia berniat untuk lari karena takut.
Tapi ia ditegur oleh malaikat itu.

LAUTAN

Malaikat Laut Salah Satu Tentara Nabi Khidir a.s.
"Wahai manusia, mengapa engkau lari dariku?
Jika engkau lari niscaya engkau akan binasa," ucapa malaikat laut itu.

Maka berhentilah Nasrani tadi dan kemudian makhluk tersebut mulai memperkenalkan dirinya bahkan ia adalah seorang malaikat yang Allah SWT ciptakan untuk berdiam di atas permukaan laut.
Ia merupakan salah satu bala tentara Allah SWT.
Setiap hari ia selalu melantunkan tasbih.

Malaikat itu juga mengaku sebagai salah satu malaikat bala tentara Nabi Khidir a.s di Lautan.
Orang Nasrani itupercaya, terlebih lagi setelah mengalami peristiwa tersebut, keyakinannya bertambah kuat terhadap Islam.
Ia meyakini bahwa apayang dipegang selama ini (agama Nasrani) adalah keliru, dan Islam lah yang benar menurutnya.

Nabi Khidir a.s berkata,
"Barang siapa yang melantunkan tasbih malaikat tersebut, maka pahalanya seperti pahala makhluk tersebut berdzikir dari awal hingga akhir hayatnya."

Keadaan Jenazah di Alam Kubur

Sebagai pengingat untuk kita semua bahwa tak selamanya kita ini hidup di dunia, suatu saat nanti pasti kita akan berpindah ke alam lain, termasuk alam kubur. Bekal apakah yang telah atau sudah kita persiapkan untuk diri kita nantiny.

Kisahnya...
Memang sebuah pengalaman yang mungkin terlupakan dialami oleh Umar bin Abdul Aziz r.a saat dirinya berada di pemakaman salah satu saudaranya.
Betapa tidak, di pemakaman tersebut, dirinya diberi kesempatan untuk berbincang dengan ahli kubur untuk merasakan pengalaman di dalamnya.

Pada sebuah kesempatan, Umar bin Abdul Aziz mengurus salah satu jenazah keluarganya yang baru saja meninggal dunia.
Beliau mengikuti tiap proses pemakaman, mulai dari memandikan jenazah, menyalatinya hingga menguburkannya.

Namun, sesuatu telah terjadi tatkala mayat telah di masukkan liang lahat.
Tiba-tiba para mayat yang ada di kuburan tersebut memanggil-manggil nama Umar.
"Sesungguhnya salah seorang ahli kubur memanggilku dari belakan.Maukah kalian aku beritahu apa yang ia katakan kepadaku?" kata Umar sambil menghadap orang-orang yang bertakziah.
"Tentu," jawab para pentakziah.
"Ahli kubur itu memanggilku dan berkata, " Maukah kuberitahu apa yang akan dialami oleh orang yang kau cintai ini?" kata Umar.

Keadaan MAYAT.
Umar lantas menceritakan bahwa kain kafan para mayat dibakar, dirobek badannya, dan disedot darahnya, serta dikunyah dagingnya.
Bahkan Umar juga diberitahu kondisi anggota badan para jenazah.

Anggota tubuh para jenazah tersebut dicabut satu persatu hingga terpisah mulai dari telapak tangannya, lalu dari tangan ke lengan, dan dari lengan menuju pundak.
Kemudian dicabut pula lutut dari pahanya, lantas lutut dari betisnya dan dari betis menuju telapak kakinya.

Sambil menangis, Umar bin Abdul Aziz melanjutkan ceritanya bahwa umur di dunia ini hanya sedikit.
Kemuliaan di dalamnya adalah kehinaan.
pemudanya akan menjadi renta dan yang hidup di dalamnya akan mati.
Celakalah bagi mereka yang tertipu olehnya.

"Ketika semuanya berlalu dan maut datang memanggil, lihatlah berapa dekat kuburan dengan tempat tinggalnya," ujar Umar.
"Tanyakan kepada orang kaya, apa yang tersisa dari kekayaannya.Tanyakan pula kepada orang fakir, apa yang tersisa dari kefakirannya," tanya salah seorang pentakziah kepada Umar.

Umar menuturkan, kulit para mayat yang ada di kuburan tersebut warnanya menjadi pudar, dagingnya dikunyah-kunyah dan wajahnya terlumuri tanah.
Hilanglah keindahan tubuhnya yang selama ini dibanggakan semasa hidupnya.
Tulangmya meremuk, badan membusuk dan dagingnya tercabik-cabik.
"Tak ada satu orangpun yang dapat menyelamatkannya, tak terkecuali para budak yang mereka miliki,"kata Umar.

Tak Bisa BERAMAL.
Umar juga bercerita bahwa Allah SWT tak membekali si mayat dengan kasur, bahkan tongkat untuk bertopang sekalipun.
Padahal dahulu di rumah mereka merasakan kenikmatan.

Sementara itu, kini para mayat tenggelam di bawah benaman tanah.
Sudah tak ada bedanya lagi antara siang atau malam bagi mereka.
Tak ada lagi kesempatan untuk beramal.

Mereka berpisah dengan kekasih dan keluarganya.
Istri-istrinya dinikahi oleh orang lain.
Anak-anaknya bebas bermain.
Kerabatnya sibuk membagi-bagi rumah dan harta peninggalannya.
Diantara mereka ada juga yang dilapangkan kuburnya.
Diberi kenikmatan dan bersenang-senang dengannya di alam kubur.

Umar lantas menangis dan mengatakan bahwa menjadi penghuni kubur harus telah bersiap dengan segala amal perbuatan yang akan dipertanggungjawabkan.
Kita semua tak pernah tahu keputusan apa yang akan diturunkan oleh Allah SWT di alam kubur.
Tak lama kemudian, dirinya beserta para pentakziah pun meninggalkan tempat pemakaman.

Wallahu A'lam...

Kisahnya Nabi Musa Ingin Melihat Tuhan

Assalamu'alaikum wr. wb.

Kisah berikut ini memang benar-benar nyata dan terjadi, karena Allah SWT sendirilah yang mengabarkan kepada kita via Al Qur'an.

Kisahnya.
Pada suatu ketika Nabi Musa telah memenuhi panggilan Allah subhana wa Ta'ala. Beliau naik ke gunung sinai (Thursina) setelah beliau menyempurnakan 40 malam yang diisi dengan puasa dan beribadah sendirian diatas gunung itu. Allah SWT pun berfirman dan menurunkan Taurat kepada beliau.

Kemudian Nabi Musa as pun sangat rindu untuk melihat wajah Sang Kekasih yang telah berkata-kata kepada nya, wajah Rabb nya.

" Dan tatkala Musa datang menurut waktu yang telah kami tentukan . Dan telah berfirman Rabb nya kepadanya : berkatalah ia, ya Rabb perlihatkanlah (dirimu) keapadaku , agar aku dapat memandang Engkau"

Nabi Musa as

Berkatalah Allah : Engkau sekali-kali tidak akan mampu melihatku, tetapi arahkanlah pandangan engkau ke gunung itu. Maka jika ia tetap pada tempatnya , niscaya engkau dapat melihatku.

Setelah mendengar permintaan Nabi Musa as itu, kemudian Allah SWT berfirman : "Wahai putra Imran, sesungguhnya tidak akan ada yang sanggup untuk melihat KU, kemudian ia mampu untuk tetap hidup. "

Nabi Musa as berkata : Ya Rabbi, tidak ada sesuatupun yang menyekutui MU, sesungguhnya melihat MU dan kemudian mati itu lebih aku sukai daripada aku terus hidup tanpa melihat MU. Rabbi, sempurnakanlah nikmat, anugerah dan hikmat MU kepada ku dengan mengabulkan permohonanku ini, setelah itu aku rela mati "

Ibnu Abbas ra, sahabat Rasulullah saw meriwayatkan bahwa ketika Allah SWT mengethaui Nabi Musa as ingin dikabulkan, maka berfirman Allah : " Pergilah engkau, dan lihatlah batu di atas puncak gunung itu, duduklah engkau diatas batu itu, kemudian Aku akan menurunkan bala tentara KU kepada mu. "

Dan ketika telah sampai di puncak batu tersebut, maka Allah pun menurunkan bala tentaranya, para malaikat hingga langit ketujuh, untuk menampakkan diri kepadaya. Diperintahkan para malaikat penghuni langit untuk menampakkan diri di hadapan nabi MUsa as. sambil mengeraskan suara tasbih, tahlil mereka, bagaikan suara petir yang menyambar-nyambar.

Kemudian para malaikat penhuni langit kedua diperintahkan menampakkan diri, dengan warna dan bentuk yang beraneka ragam, mereka bersayap dan memiliki raut muka, diantaranya ada yang berbentuk seperti singa. Berlalu di hadapan Nabi MUsa sambil mengeraskan suara -suara tasbihnya.

Mendengar teriakan-teriakan tersebut, Nabi Musa merasa ngeri dan kemudian berkata : Ya Rabi, sungguh aku menyesal atas permohonanku. Apakah engkau berkehendak untuk menyelamatkanku dari tempat ini ?

Pimpinan dari kelompok malaikat tersebut berkata :
Hai Musa, bersabarlah atas apa yang engkau minta, apa yang engkau lihat ini baru sebagian kecil saja.

Allah SWT memerintahkan para penghuni langit ketiga turun. Lalu keluarlah malaikat-malaikat yang tak terhitung jumlahnya dengan aneka ragam bentuk dan warnanya. Ada yang seperti api yang menjilat-jilat, mereka memekikkan tasbih, tahlil dengan suara hiruk pikuk menggelegar.

Nabi Musa semakin berputus asa. dan kelompok malaikat itu berkata : wahai Musa, bersabarlah hingga engkau tidak akan sanggup lagi untuk melihatnya.

Kemudian penghuni langit keempat turun.
Ada yang berbentuk seperti kobaran api yang menjilat-jilat, ada pula yang seperti salju. Dengan suara melengking mereka memekikkan tasbih dan tahlil.

Demikianlah , Penghuni dari setiap langit turun satu demi satu. Semua malaikat tersebut bergerak maju sambil cahayanya menyambar semua mata yang ada. Mereka datang membawa tombak yang sangat panjang dan lebar. Tombak-tombak itu bagaikan api yang bersinar terang benderang melebihi sinar matahari.

Nabi Musa as menangis dan meratap. Ya Rabbi, ingatlah aku, jangan Engkau lupakan diriku. Aku adalah hamba Mu. Aku tidak mempunyai keyakinan bahwa aku akan selamat dari tempat ini. Jika aku keluar maka aku akan terbakar, jika aku masih disini aku akan mati.

Ketua para malaikat itu pun berkata : Nyaris dirimu dipenuhi ketakutan dan nyaris hatimu terlepas wahai Musa. Tempat yang engkau gunakan untuk duduk adalah tempat yang akan engkau pergunakan untuk melihat Rabb.

Kemudian turunlah malaikat Jibril as, Mikail as dan Israfil as, beserta seluruh malaikat penghuni langit ketujuh, termasuk pemikul Al Arsy dan Al Kursi. Mereka secara bersama-sama menghadap kepada Nabi Musa as sambil berkata :

Wahai orang yang terus menerus salah. Apa yang menyebabkanmu naik ke atas bukit ini. Mengapa engkau memberanikan diri meminta Rabbmu untuk dapat melihat Nya ? Nabi Musa as gemetar hingga kedua lututnya seakan-akan luruh dari persendian.

Ketika Allah SWT melihat itu, maka ditampakkanlah tiang-tiang penyangga Al Arsy, lalu Nabi Musa as bersandar pada salah satu tiang tersebut hingga hatinya tenang.

Malaikat Israfil berkata : Hai MUsa, demi Allah, kami ini sekalipun pemimpin para malaikat, sejak kami diciptakan kami tidak berani mengangkat pandangan mata kami ke arah Al Arsy. Karena kami sangat khawatir dan sangat takut kepada Rabb. Mengapa engkau berani melakukan ini wahai hamba yang lemah ?

Setelah hatinya tenang, Nabi Musa menjawab : Wahai Israfil, aku hanya ingin mngetahui akan Keagungan Wajah Rabb ku yang selama ini aku belum pernah melihatnya.

Kemudian Allah SWT menurunkan wahyu kepada langit : AKU akan menampakkan Diri, bertajali pada gunung itu

Maka begetarlah seluruh langit dan bumi, gunung, matahari, bulan, mega, surga , neraka, para malaikat dan samudera. Semua bersungkur sujud, sementara Nabi Musa as masih memandang ke arah gunung itu.

Tatkala Rabbnya menampakkan diri diatas gunung , maka hancur luluhlah gunung itu dan nabi Musa pun jatuh pingsan.
Nabi MUsa as seakan -akan mati karena pancaran Cahaya Allah SWT yang Mulia dan ia terjatuh dari batu dan batu itu sendiri terjungkal terbalik menjadi semacam kubah yang menaungi nabi Musa as agar tidak terbakar Cahaya.

Kemudian Allah mengutus malaikat Jibril as untuk membalikkan batu itu dari tubuh nya. Wajah nabi Musa as memancarkan cahaya kemuliaan, rambutnya memutih karena cahaya.

"Maka setelah Musa tersadar kembali, dia berkata: Maha Suci Engkau , aku sungguh bertaubat kepada MU dan aku adalah orang yang pertama kali beriman
(QS. Al-A'raf).

Nabi Musa punn berkata,
"Saya beriman, bahwa sesungguhnya tidak ada seorangpun yang mampu melihat Mu ya Allah dengan mata lahir, kecuali ia akan mati."

Sumber:

Surat Al A'raf