Rabu, 30 Januari 2013

Kisah Jenazah Diziarahi Banyak Malaikat

Assalamu'alaikum wr.wb. Sahabat yang seiman dan seagama ISLAM...

Kisah berikut pantas dijadikan teladan saat kita hidup di dunia sahabat.
Ada seorang pemuda yang meninggal dunia, lalu jenazahnya dimandikan, dikafani hingga dikerumuni banyak sekali malaikat untuk menyaksikan pemakaman pemuda ini. Apa gerangan yang terjadi hingga pemuda ini dikeruti malaikat, hingga Rasulullah SAW pun sangat takjub akan keimanan pemuda ini yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.
Subhanallah...


Kisahnya.
Adalah Ts'labah yang merupakan salah satu sahabat Rasulullah SAW ang sangat setia dan beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
Suatu ketika karena ketidaksengajaanya melakukan dosa, ia sangat menyesal begitu dalam hingga ketakukannya kepada Allah SWT kan azab yan akan ia terima nantinya.

Karena ketaktannya tersebut, Tsa'labah sakit hingga meninggal dunia.
Subhanallah...
Si pemakaman sahabat Nabi yang setia ini banyak malaikat yang iut menziarahi Tsa'labah.

Tsa'labah Sakit.
Setelah sekian lama berjuang bersama nabi, terdengar kabar bahwa Tsa'labah sedang sakit keras.
Mendengar hal itu sahabat Nabi yang lain bernama Salman menghadap Rasulullah SAW dan berkata,
"Wahai Rasulullah, msihkah engkau ingat dengan Tsa'labah? Dia sedang sakit keras."
Rasulullah SAW pun segera datang menemui Tsa'labah.

Rasulullah SAW meletakkan tangan kanannya di kepala Tsa'labah, kemudian meletakkan kepala Tsa'labah dipangkuannya.
Akan tetapi apa yang terjadi, Tsa'labah segera saja menyingkirkan kepalanya dari pangkuan beliau.
"Mengapa engkau singkirkan kepalamu dari pengkuanku?" tanya Baginda Rasul.
"Karena aku penuh dengan dosa, tgak layak dipangkau oleh UtusanNya yang mulia ini," jawab Tsa'labah.
"Apa yang engkau rasakan?" tanya Nabi lagi.
"Aku seperti dikerubuti semut pada tulang, daging dan kulitku," jawab Tsa'labah.
"Lalu apa yang engkau inginkan?" tanya Rasul SAW.
"Ampunan Tuhanku," jawab Tsa'labah.

Maka turunlah Malaikat Jibril as dan berkata,
"Wahai Muhammad, sesungguhnya Tuhanmu mengucapkan salam untukmu dan berfirman kepadamu, "Kalau saja hamba-Ku ini menemui Aku dengan membawa sepenuh bumi kesalahan, niscaya Aku akan temui dia dengan ampunan sepenuh itu pula."

Meninggal Dunia.
Maka segera saja Rasulullah SAW memberitahukan hal tu kepada Tsa'labah. Begitu mendengar berita itu, terpekiklah Tsa'labah dan langsung meninggal dunia.

Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan agar Tsa'labah segera dimandikan dan dikafani dan dishalati.
Ketika selesai dishalati, Rasulullah SAW berjalan sambil berjingkat-jingkat seakan menghindari sesuatu agar tidak tertabrak.
Setelah selesai pemakaman, para sahabat bertanya,
"Wahai Rasulullah, kami lihat engkau berjalan sambil berjingkat-jingkat, ada apa gerangan?"

Rasulullah SAW bersabda,
"Demi Zat yang mengutus aku sebagai seorang nabi yang sebenarnya, karena aku lihat begitu banyaknya malaikat yang turut menziarahi Tsa'labah."

Apakah Dosa yang Dilakukan Tsa'labah.
Astaghfirullah...
Sebenarnya dan ternyata kesalahan yang dilakukannya hanya karena beliau melihat seorang wanita Anshar sedang mandi dalam perjalannya menuju rumahnya. Tsa'labah ini takutnya bukan main, kepada Allah SW dan kepada Rasulullah SAW yang jadi panutannya.
Karena kejadian itu, Tsa'labah sangat takut sekali hingga lari.

Subhanallah...

Minggu, 27 Januari 2013

Menaklukkan Buaya Dengan Tangan Kosong

Assalamu'alaikum wr. wrb sahabat semua...

Sebuah karomah yang sangat luar biasa diberikan kepada Syekh Ibrahim Dasuqi yang terkenal sebagai ahli ibadah dari Mesir. Beliau mampu menaklukkan buaya hanya dengan tangan kosong.
Bagaiman kisahnya.

Buaya

Kisahnya.
Syekh Ibrahim Dasuqi sejak anak-anak sudah nampak kewalian pada dirinya. Ketika beliau kecil, sudha menjadi ahli ibadah hingga tumbuh menjadi orang yang saleh. Beliau juga memiliki kerajinan yang tinggi hingga mengalahkan teman-temannya serta mewarisi sifat terpuji dari kakeknya.

Budi pekertinya luhur, sopan dan santun, disiplin ilmu dengan belajar ke berbagai ulam yang berada di kampungnya. Menekuni ilmu agama, fiqih Syafi'i dipelajarinya serta ilmu tasawuf.

Membunuh Buaya Dengan Tangan Kosong.
Diantara karomah Imam Dasuqi ini adalah mampu menaklukkan buaya yang ganas dengan tangan kosong.
Dikisahkan oleh Imam Munawi bahwa pada suatu hari ada seekor buaya telah menelan seorang anak di sungai nil. Maka, si ibu datang kepada Syekh Imam Ibrahim Dasuqi dengan mengangis tersedusedu tiada henti.

Setelah ibu itu menceritakan kejadian yang sebenarnya, maka Syekh menyuruh muridnya untuk memanggil buaya yang memakan anak ibu tersebut.

Maka datanglah muridnya ke sungai nil dan berseru,
"Wahai sekalian buaya, siapa diantar kalian yang memakan seorang anak maka hendaklah muncul ke permukaan dan segera menghadap Syekh."

Muncullah si buaya yang memakan anak tersebut.
Kemudian buaya mengikuti murid Syekh untuk menemui Syekh Dasuqi.
Setibanya di tempat, Syekh menyuruh buaya itu untuk memuntahkan anak yang dimakannya. Ajaib, anak keluar dari mulut buaya dalam keadaan hidup.

Beberapa saat kemudian Syekh berkata,
"Matilah kamu dengan izin Allah SWT."
Tak lama kemudian, buaya itupun mati.

Syekh Ibrahim Dasuqi ini hidup hanya 43 tahun saja, namun mampu memberikan, mengisi kehidupan dengan hal-hal yang berguna untuk dirinya sendiri serta umat Islam.
Syekh Ibrahim wafat pada 676 H.

Jumat, 25 Januari 2013

Jenazah Dishalawati 70 ribu Malaikat

Assalamu'alaikum swr. wrb. sahabat...

Ada suatu kisah yang jarang ditulis di blog, yaitu kisahnya 70 ribu Malaikat menutupi sinar matahari. Ada apa sebenarnya kok sampai sebanyak itu malaikat turun ke langit sap pertama dan menutupi matahari.

Malaikat

Kisahnya.
Kisah ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra.
Pada suatu pagi, Rasulullah SAW bersama dengan sahabatnya Anas bin Malik ra melihat suatu keanehan di pagi itu. Bagaimana tidak, matahari terlihat begitu redup dan kurang bercahaya seperti biasanya.

Tak lama kemudian, Rasulullah SAW dihampiri oleh malaikat Jibril.
Rasulullah SAW bertanya kepada malaikat Jibril,
"Wahai Jibril, kenapa matahari pagi ini terbit dalam keadaan redup? Padahal tidak mendung?"
"Ya Rasulullah, matahari ini nampak redup karena terlalu banyak sayap para malaikat yang menghalanginya," jawab Jibril.

Rasulullah SAW bertanya,
"Wahai Jibril, berapa jumlah malaikat yang menghalangi matahari saat ini?"
"Ya Rasulullah, 70 ribu malaikat," jawab Jibril.

Rasulullah SAW bertanya,
"Apa gerangan yang menjadikan malaikat menutupi matahari?"
Kemudian Malaikat Jibril menjawab,
"Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah SWT telah mengutus 70 ribu malaikat agar membacakan shalawat kepada salah satu umatmu."
"Siapakah dia, wahai Jibril?" tanya Rasul SAW.
"Dialah Muawiyah."

Rasulullah SAW bertanya,
"Apa yang telah dilakukan oleh Muawiyah sehingga saat ia meninggal mendapatkan kemuliaan yang sangat luar biasa ini?"
Malaikat Jibril menjawab,
"Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Muawiyah itu semasa hidupnya banyak membaca Surat Al Ikhlas di waktu malam, siang, pagi, waktu duduk, waktu berjalan, waktu berdiri, bahkan dalam setiap keadaan selalu membaca Surat Al Ikhlas."

Malaikat Jibril melanjutkan penuturannya,
"Dari itulah Allah SWT mengutus sebanyak 70 ribu malaikat untuk membacakan shalawat kepada umatmu yang bernama Muawiyah tersebut."

Ayo sahabat, perbanyaklah membaca Surat Al Ikhlas, agar kelak bisa malaikat membacakan shalawat untuk kita.

Rabu, 23 Januari 2013

Kesaktian Keris Jenderal Soedirman

Assalamu'alaikum wr. wb...

Siapa yang tak kenal dengan Panglima Besar Jenderal Soedirman ini. Semuanya juga tahu, bahwa Panglima inilah yang bergerilya menghadapi sekutu meskipun dalam keadaan sakit.
Meskipun bergelar Jenderal, namun kepercayaan dan kegemaran Jenderal Besar Soedirmn pada supranatural tidak hanya terjadi pada saat gerilya saja, akan tetapi juga dalam diplomasi formal dengan Belanda.

Jenderal Soedirman

Kisahnya.
Siapa sangka, Jenderal Soedirman ini sebenarnya ahli dalam hal mistis.
Jenderal Soedirman mampu menjatuhkan pesawat Belanda hanya dengan meniupkan bubuk merica. Sungguh hal gila yang pernah aku dengar, sungguh di luar nalar. Akan tetapi, hal ini jelas dan terbukti oleh kesaksian teman Jenderal Soedirman yang dituturkan kembali oleh anaknya yang bernama Mohammad Teguh Soedirman.

Pada sekitar bulan Januari 1949, semua penduduk pada panik, yang di sawah, di jalan. Semua orang berlari menuju rumahnya masing-masing, ada juga yang bersembunyi di balik pepohonan karena ada pesawat Belanda yang sedang mencari-cari para gerilyawan. Peswat tersebut bisa saja menjatuhkan bom dan peluru ke mereka.

Menurut penuturan Jirah, yang ssat itu usianya 16 tahun yang merupakan anak dari Pak Kedah, salah satu kawan jenderal Soedirman. Waktu itu Jenderal Soedirman sedang berkunjung ke rumah Pak Kedah. Jirah menguping pembicaraan Jenderal Soedirman dan ayahnya, Pak Kedah serta beberapa orang lagi.
Di dalam rumah Pak Kedah nampak laki-laki yang memakai beskap dikelilingi oleh beberapa orang termasuk ayahnya. Laki-laki itu biasa dipanggil Kyai Ine. Kyai Ine mengeluarkan keris dari balik pinggangnya dan ditaruh dihadapannya.

Tangannya merapat dan mulutnya komat-kamit seakan membaca sesuatu.
Ajaib, keris itu bisa berdiri dengan ujungnya ke tas menghadap langit-langit. Bersamaan dengan itu, terdengar bunyi pesawat Belanda yang semakin mendekat. Doa pun dibacanya dengan agak nyaring, kemudian keris menjadi miring lalu jatuh ke tanah.

Bersamaan dengan jatuhnya keris itu, suara pesawat juga hilang, tidak terdengar lagi.
Menurut Jirah, ada seorang pengawal Kyai Ine bercerita bahwa keris dan doa tersebut telah menyamarkan rumah dan kampung tersebut dari penglihatan tentara Belanda.

Jirah merasa penasaran dengan laki-laki yang memakai beskap itu.
Dari curi-curi obrolan para tamu dan ayahnya, Jirah mendengar samar-samar bahwa orang yang berperawakan tinggi, kurus dan pendiam itu dipanggil Kyai Ine atau Jenderal Soedirman.

Wah, Panglima Besar Jenderal Soedirman ternyata sakti. Beliau bukan saja menjatuhkan peswat dengan bubuk merica, namun bisa juga membelokkan mortir-mortir Belanda.

Selasa, 22 Januari 2013

Menunda Kematian dengan Bersedekah

Assalamu'alaikum wr. wb. sahabat...

Hanya Alloh sajalah yang mengetahui kematian seseorang.
Ada suatu kisah islami yang patut dijadikan teladan, dijadikan bahan renungan.
Kisah seorang pemuda yang berhasil menunda kematian hingga menjadi kakek hanya dengan bersedah.

Kisah ini terjadi pada jaman Nabi Ibrahim as, Beliau mempunyai seorang murid yang akan segera menikah. Tapi sebelum menikah si pemuda ini, Nabi Ibrahim as ditemui oleh malaikat yang memberitahukan bahwa usia pemuda itu tidak sampai sehari lagi.
Bagaimana kisahnya, yuk dibaca.

Nabi Ibrahim as

Kisahnya.
Suatu hari Nabi Ibrahim didatangi oleh salah satu muridnya, dan ia menceritakan bahwa ia akan segera menikah besok pagi.
Setelah berbincang sejenak, anak muda tersebut meninggalkan Nabi Ibrahim.

Beberapa saat kemudian, Malaikat Maut mendatangi Nabi Ibrahim dan bertanya,
"Siapa anak muda yang tadi mendatangimu wahai Ibrahim?" tanya Malaikat Maut.
"Yang anak muda tadi adalah sahabat sekaligus muriduk," jawab Nabi Ibrahim.
"Ada apa dia datang menemuimu?" tanya Malaikat Maut lagi.
"Dia menyampaikan bahwa dia akan melangsungkan pernikahan besok pagi," jawab Nabi Ibrahim.
"Wahai Ibrahim, sayang sekali umur anak itu tidak akan sampai besok pagi," jelas Malaikat Maut.

Setelah berkata demikian, Malaikat Maut pergi meninggalkan Nabi Ibrahim.
Keesokan harinya Nabi Ibrahim berjalan menuju rumah pemuda tersebut, dan alangkah terkejutnya Nabi Ibrahim melihat pemuda itu masih dalam keadaan hidup.
Dan pemuda itu akhirnya melangsungkan pernikahan dengan lancar. Nabi Ibrahim turut bahagia melihat muridnya menikah.

Pemuda Masih Hidup Hingga Umur 70 Tahun.
Walau senang, terbesit rasa sedih, rasa kasihan karena Nabi Ibrahim tahu bahwa kebahagiaannya tak akan lama. Namun apa yang terjadi berkata lain.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun, Nabi Ibrahim malah melihat anak muda ini panjang umurnya, hingga usia anaj muda ini 70 tahun.

Nabi Ibrahim merasa penasaran, dan tak lama kemudian malaikat datang menemuinya.
Langsung saja Nabi Ibrahim menanyakan tentang keganjilan itu, karena Malaikat tidak pernah akan berbohong.

"Apa gerangan yang membuat Alloh SWT menahan tanganmu untuk tidak mencabut nyawa anak muda itu dulu?" tanya Nabi Ibrahim.
"Wahai Ibrahim, di malam menjelang pernikahannya, anak muda tersebut menyedekahkan separuh dari kekayaannya. Dan ini yang membuat Alloh memutuskan untuk memanjangkan umur anak muda tersebut hingga engkau masih melihatnya hidup hingga sekarang," jelas Malaikat.

Kematian memang di tangan Alloh, kawan.
Memajukan atau memundurkan kematian adalah hak Alloh, dan Alloh memberitahu lewat RasulNya.

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa sedekah itu bisa memanjangkan umur.
Jadi, bila disebut ada sesuatu yang bisa menunda kematian, itu adalah SEDEKAH.

Jadi tunggu apa lagi, mari kita bersedekah semampu kita bagaimanapun keadaan kita, entah sedekah dengan harta, tenaga dan sebagainya.

Mari bergabung dengan FAN PAGE Kisah Teladan Islami di Facebook, like dan share.

Senin, 21 Januari 2013

Matinya Abu Jahal dan Siksaannya di Alam Kubur

Assalamu'alaikum sahabatku yang seiman..
Tahukah kalian bahwa Abu Jahal yang merupakan salah satu paman Rasulullah SAW yang selalu menentangnya ini mati secara mengenaskan dan di dalam kuburnya pun mendapat siksa berupa cambukan dari Malaikat Kubur.

Abu Jahal mati secara mengenaskan dalam perang Badar Kubro. Dia dibunuh oleh 2 anak muda belia dalam Perang Kubro. Abu Jahal tercabik-cabik oleh pedang kedua anak muda itu dan bersimbah darah. Belum cukup sampai di situ, setelah dikubur, pemuka Quraisy itu mendapatkan siksaan dari malaikat di alam kubur.
Bagaimana Kisahnya sahabat...

Malaikat Maut

Berikut Kisahnya...
Dalam sejarah Islam telah dicatat, sahabat Abdurrahman bin Auf menceritakan bahwa ketika ia berada di tengah-tengah Perang Badar Kubro, ia melihat dua anak muda yang gagah berani itu.
Salah satu diantaranya lalu menghampirinya.

"Paman, tunjukkan kepadaku mana Abu Jahal," katanya dengan lantang.
"Anakku, apa yang akan kau perbuat dengannya," tanya Abdurrahman.
"Aku mendengar bahwa ia telah mencela Rasulullah, dan aku pun berjanji kepada Allah seandainya aku melihatnya niscaya aku akan membunuhnya atau aku yang akan mati ditangannya," jawab anak muda itu.

Kematian Tragis Abu Jahal.
Abdurrahman pun dibuat kaget dibuatnya, lalu pemuda yang satunya lagi memeluknya dan mengatakan hal yang sama kepada Abdurrahman.
Seketika itu juga Abdurrahman melihat Abu Jahal berjalan di tengah kerumunan orang.
"Tidakkah kalian lihat? Itulah orang yang kalian tanyakan tadi," tutur Abdurrahman.

Kedua pemuda itupun saling berlomba mengayunkan pedangnya kepada Abu Jahal hingga keduanya berhasil membunuhnya. Itulah sekelumit kisah kematian Abu Jahal, dan beberapa lamanya diketahui bahwa Abu Jahal tengah mendapatkan siksa kubur.
Kisah yang mengesankan itu diceritakan oleh sahabat Ibnu Umar r.a.

Siksaan Abu Jahal di Alam Kubur.
Pada suatu hari Ibnu Umar melakukan perjalanan dan melewati daerah bekas Perang Badar Kubro.
Ketika sedang melintas di daerah tersebut, tiba-tiba dari dalam tanah yang ada di hadapannya keluar sesosok manusia dan meminta sesuatu darinya.
Orang tersebut berkata,
"Wahai Abdullah , berilah saya air minum. Saya sangat haus," kata sosok manusia itu beberapa kali.

Ibnu Umar ra seketika bingung apakah orang tersebut memanggil namanya dengan nama Abdullah (Ibnu Umar atau Abdullah Ibnu Umar), ataukah memanggil nama orang lain.
Karena kebiasaan orang Arab, memanggil nama orang yang tidak dikenal dengan panggilan Abdullah juga.
Tak lama kemudian, di dekat orang yang pertama tadi, bangkit juga dari dalam tanah satu sosok dengan membawa sebuah cambuk.

"Wahai Ibnu Umar, jangan engkau beri orang ini air minum dan jangan dengar ucapannya," katanya (suara malaikat).

Abu Jahal dicambuk Malaikat.
Lalu sesosok itu mencambuk orang yang pertama bangkit itu hingga orang tersebut kembali masuk ke dalam tanah. Melihat kejadian itu, Ibnu Umar segera menjumpai Rasulullah SAW dan menceritakan apa yang dialaminya.

Mendengar cerita Ibnu Umar, Rasulullah SAW balik bertanya,
"Benarkah apa yang kamu ceritakan itu tadi wahai Abdullah Ibnu Umar?" tanya Rasulullah SAW.
"Benar ya Rasulallah," jawabnya dengan tegas.

Maka Rasulullah SAW berkata keada Ibnu Umar bahwa orang pertama yang keluar dari dalam tanah itu adalah Abu Jahal yang mati dalam Perang Badar Kubro.
Sedangkan sosok kedua yang keluar dari dalam tanah tersebut adalah seorang malaikat kubur.
Malaikat tersebut menyiksa Abu Jahal karena perbuatan yang dilakukan Abu Jahal semasa hidupnya.

Begitulah nasib orang-orang yang menentang Utusan Allah SWT, dan Rasulullah SAW pun membenarkan kejadian tereebut sehingga jelaslah memang benar siksaan itu dan benarlah dia memang Abu Jahal.
Nauzubillah Min Zalik..

Minggu, 20 Januari 2013

Asal Muasal Lafadz Azan

Tahukah kalian asal muasal AZAN yang dikumdangkan oleh Mu'azin setiap lima waktu tanda peringatan bahwa kala itu sedang memasuki waktu shalat. Ternyata azan ini berasal dari mimpi sahabat Rasulullah SAW.
Kalimat demi kalimat dalam azan awalnya berasal dari mimpi seorang sahabat, dan ketika mimpi itu diceritakan kepada Rasulullah SAW, Beliau menyetujuinya.

Sebab-Sebab Dikumadangkannya Azan.
Allah SWT berfirman,

وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ اتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لا يَعْقِلُونَ ٥٨

Artinya:
"dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal."
(QS. Al Maidah: 58).

Ayat tersebut di atas sekaligus menjadi sebab turunnya azan sebagai pertanda penggilan shalat. Disebutkan pada masa berkembangnya Islam di Madinah, penduduk setempat tersebar di seluruh kota. Kesibukan yang tinggi dikhawatirkan menjadi potensi lupa atau kelalaian untuk melaksanakan shalat pada waktunya.
Kalau initerjadi terus menerus, maka ini menjadi satu persaoalan yang cukup berat yang pertlu segera dicarikan jalan keluarnya.

Lafadz Azan

Sahabat Bermimpi.
Kondisi ini membuat para sahabat bermusyawarah untuk menentukan cara yang paling baik yang dapat digunakan sebagai pertanda waktu shalat telah datang.
Menurut kisah, pada awalnya Rasulullah SAW menyetujui bunyi lonceng sebagai pertanda shalat, namun pada akhirnya beliau tidak menyukai karena lebih mirip pada orang-orang Nasrani.

Dijelaskan Abdullah bin Zaid, pada suatu malam ketika ia tidur, tiba-tiba bermimpi bertemu dengans eorang laki-laki yang menggunakan pakaian hijau. Laki-laki itu mengelilinginya dengan membawa lonceng di tangannya.
Abdullah bin Zaid lalu menegurnya,
"Hai hamba Allah, apakah lonceng ini akan kamu jual?" tanyanya.
"Akan kamu pergunakan untuk apa lonceng ini," jawab laki-laki itu.

"Akan aku pakai untuk memanggil orang untuk shalat," ujar Abdullah.
Laki-laki itu terdiam sesaat lalu memberikan saran kepada Abdullah.
"Maukah engkau aku tunjukkan cara yang lebih baik dari itu?" tanya laki-laki itu.
"Baiklah, tunjukkan kepadaku," jawab Abdullah.
Laki-laki itu lantas mengucap azan yang diawali dengan Allahu Akbar dan diakhiri dengan Laa Ilaaha Illallah.

Rasulullah SAW Menyetujui Mimpi Sahabat itu
Setelah mengalami mimpi itu, pagi harinya Abdullah menemui Rasulullah SAW dan menyampaikan mimpi tersebut. Kemudian Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya mimpi kamu itu adalah mimpi yang benar, Insya Allah, berdirilah bersama Bilal dan sampaikanlah kepadanya apa yang kamu impikan, karena Bilal itu lebih keras suaranya daripada kamu."

Lalu Abdullah menemui Bilal dan menyampaikan kepadanya apa yang dimimpikan itu. Kemudian Bilal pun melakukan Azan dengan kalimat-kalimat itu. Suara azan Bilal itu terdengar keras ke penjuru kota, lalu tidak alam kemudian Umar bin Khattab yang semula di rumah mendadak ke luar sambil membawa selendangnya.

Mendengar suara azan itu, Umar bin Khattab bersumpah atas nama Allah bahwa kalimat dalam azan itu juga ia mimpikan semalam.
"Demi Allah, yang telah mengutus Muhammad dengan benar. Sungguh akupun telah mimpi, persis seperti yang ia impikan," kata Umar bin Khattab.
Lalu Rasulullah SAW mengucapkan," Alhamdulillah."
(HR. Abu Dawud).